Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●
Update Jadwal & Skor
Grup I - Matchday 1
Rabu, 17 Juni 2026 | 02:00 WIB
France
Prancis
3 - 1
Senegal
Senegal
Grup I - Matchday 1
Rabu, 17 Juni 2026 | 05:00 WIB
Iraq
Irak
1 - 4
Norway
Norwegia
Grup J - Matchday 1
Rabu, 17 Juni 2026 | 08:00 WIB
Argentina
Argentina
3 - 0
Algeria
Aljazair
Grup J - Matchday 1
Rabu, 17 Juni 2026 | 11:00 WIB
Austria
Austria
3 - 1
Jordan
Yordania
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga

Hari Raya Diwali Diusulkan Menjadi Libur Nasional di Indonesia

Presiden Joko Widodo diminta menetapkan Hari Raya Diwali dalam kalender sebagai hari libur nasional

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Edwin Firdaus
Editor: Adi Suhendi
zoom-in Hari Raya Diwali Diusulkan Menjadi Libur Nasional di Indonesia
TRIBUNNEWS.COM/Edwin Firdaus
Vice Chairman Committee for ASEAN Youth Cooperation KRT Abhiram Singh Yadav 
Memuat video…

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Presiden Joko Widodo diminta menetapkan Hari Raya Diwali dalam kalender sebagai hari libur nasional.

Alasannya, Diwali dinilai sebagai simbol pengakuan terhadap etnis India yang sudah menjadi satu kesatuan dari kebhinekaan etnis yang ada di Indonesia.

"Bapak Presiden, setiap tahun, demi keadilan, kami selalu berharap Diwali bisa masuk dalam Kalender resmi negara. Hampir setiap tahun juga kami anak muda menyuarakan hal ini. Mohon di dengar suara kami," kata Vice Chairman Committee for ASEAN Youth Cooperation selama tiga periode sebagai wakil Indonesia KRT Abhiram Singh Yadav di Jakarta Pusat, Selasa (10/11/2015).

Dikatakannya, kualitas demokrasi Indonesia harus terus ditingkatkan.

Setelah pengakuan terhadap etnis Tionghoa dengan menetapkan Imlek sebagai libur nasional, maka sudah seharusnya pemerintah Indonesia juga memikiran untuk menetapkan hari raya Diwali sebagai libur nasional.

"Ini merupakan bentuk pengakuan etnis India yang merupakan bagian dari masyarakat nusantara," ujarnya.

Sebagai informasi, beberapa negara seperti Malaysia, Singapura, dan Amerika Serikat telah menetapkan Diwali sebagai hari libur nasional pada kalendernya.

Rekomendasi Untuk Anda

Karena itu, tegas Abhiram, etnis India yang sudah merupakan satu kesatuan dari kebhinekaan etnis yang ada di Indonesia, sudah semestinya juga mendapat perhatian lebih dari pemerintah.

Abhiram menjelaskan Deepavali atau Diwali dalam Budaya Etnis India adalah Festival Cahaya.

Festival tersebut melambangkan kemenangan kebaikan atas keburukan, dan lampu dinyalakan sebagai tanda perayaan serta harapan umat manusia.

Perayaan Diwali baru berlangsung pada 10 hingga 11 November 2015.

Umat Hindu, Jain, Sikh, serta sebagian Buddha sama-sama menganggap festival tersebut sebagai perayaan hidup dan dimanfaatkan untuk memperkuat tali persaudaraan antara keluarga dan teman.

Untuk umat Jain, ini adalah salah satu festival terpenting dan menandai dimulainya tahun Jain.

Perayaan ini juga termasuk festival penting bagi umat Sikh.

"Masyarakat etnis India di tanah air merupakan bagian dari sejarah Indonesia yang tak terpisahkan. Saya rasa akan sangat bijak jika hal ini diangkat sebagai libur nasional. Etnis India kan juga bagian dari Bhineka Tunggal Eka," ujarnya.

Lebih lanjut dalam semangat hari pahlawan, Abhiram yang aktif diberbagai organisasi dan sering mewakili Indonesia di forum internasional tersebut berharap pemerintah dan partai-partai politik dapat memberikan perhatian lebih terkait hal ini.

"Saya rasa partai-partai politik bisa mengusulkan hal ini, apalagi jika bisa ditanggapi oleh Bapak Presiden akan menjadi era baru bukti demokrasi di tanah air," katanya.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas