Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Nama Presiden dan Wapres Dicatut

Terkait Sudirman Said, Wakil Ketua Komisi VI Minta Menteri Hindari Buat Pernyataan Tidak Jelas

Wakil Ketua Komisi VI DPR Heri Gunawan bereaksi atas pernyataan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said

Terkait Sudirman Said, Wakil Ketua Komisi VI Minta Menteri Hindari Buat Pernyataan Tidak Jelas
Tribunnews.com/Adiatmaputra Fajar
Menteri ESDM Sudirman Said 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Ferdinand Waskita

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Wakil Ketua Komisi VI DPR Heri Gunawan bereaksi atas pernyataan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said.

Sudirman menyebutkan adanya tokoh politik yang sangat berkuasa mencoba menjual nama Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) kepada Freeport.

Heri meminta kepada seluruh menteri tidak hanya Sudirman Said agar fokus terhadap tugas dan pokok masing-masing.

"Baiknya hindari membuat pernyataan yang tidak jelas yang hanya menambah ketidaknyamanan dan ketidakjelasan arah negara ini," tutur Heri ketika dikonfirmasi, Rabu (11/11/2015).

Heri mengatakan ketimbang membuat pernyataan yang tidak jelas, lebih baik menteri tersebut meningkatkan koordinasi yang seringkali tumpang tindih.

"Energi bangsa sudah terlalu banyak terbuang sia-sia untuk hal-hal yang tidak clear," imbuhnya.

Sebelumnya, Sudirman menuturkan dengan mencatut nama Presiden dan Wapres, politisi itu menjanjikan ke Freeport agar kontrak bisa segera diberikan.

"Seolah-olah Presiden minta saham. Wapres juga dijual namanya. Saya sudah laporkan kepada keduanya. Beliau-beliau marah karena tak mungkin mereka melakukan itu," ujar Sudirman Said seperti dikutip dalam acara Satu Meja yang ditayangkan Kompas TV dan dikutip Kompas, Selasa (10/11/2015).

Namun, dia mengaku tak bisa menyebut siapa politisi yang coba menjual nama dua pimpinan tertinggi republik itu.

Hanya, Sudirman mengatakan bahwa orang itu cukup terkenal.

Selain mencoba menjual nama Presiden dan Wapres, Sudirman menyebut orang itu juga meminta proyek pembangkit listrik di Timika dan meminta bagian saham Freeport.

"Saya berani mengatakan, karena terjadi dua kali diskusi dan (dia atau mereka) dua kali konsisten mengatakan, 'Saya bisa membantu Anda, tetapi dengan syarat tadi," ungkapnya.

Ikuti kami di
Penulis: Ferdinand Waskita
Editor: Adi Suhendi
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas