Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Rizal Ramli: Jokowi Tidak Beruntung

Presiden Joko Widodo dianggap Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Sumber Daya Rizal Ramli kurang beruntung karena mewarisi sejumlah defisit da

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Valdy Arief
Editor: Adi Suhendi
zoom-in Rizal Ramli: Jokowi Tidak Beruntung
TRIBUNNEWS/TRIBUNNEWS/LENDY RAMADHAN
Menteri Koordinator Kemaritiman Rizal Ramli 

Laporan wartawan Tribunnews.com, Valdy Arief.

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA- Presiden Joko Widodo dianggap Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Sumber Daya Rizal Ramli kurang beruntung karena mewarisi sejumlah defisit dari pemerintahan sebelumnya.

Rizal Ramli menyebutkan empat defisit warisan Pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono sebagai penyebab goncangan ekonomi pada tahun perdana Joko Widodo memimpin.

"Pemerintahan Jokowi satu tahun pertama tidak beruntung, karena diwarisi empat defisit oleh pemerintahan sebelumnya," kata Rizal dalam sambutannya di acara Core Economic Outlook di Kuningan, Jakarta, Rabu (18/11/2015).

Menko Kemaritiman menjelaskan defisit yang pertama terkait defisit pada neraca perdagangan.

Rizal menilai sebelumnya neraca perdagangan Indonesia dapat berlebih sebesar USD 32 miliar.

"Belakangan merosot terus sampai negatif. Sekarang alhamdulillah sudah mulai naik lagi," kata Rizal Ramli.

Rekomendasi Untuk Anda

Selain itu, adanya defisit pada neraca transaksi berjalan dengan nilai cukup besar, defisit neraca pembayaran, dan defisit Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) mendera pada awal Kepemimpinan Joko Widodo.

Keadaan tersebut yang membuat nilai tukar Rupiah tertekan.

Sejumlah defisit yang terjadi sekaligus pada satu waktu ini, kata Rizal Ramli, merupakan kali pertama terjadi di Indonesia setelah krisis tahun 1998.

Dia mengatakan hantaman terhadap perekonomian Indonesia ini, terjadi akibat tidak adanya perbaikan struktural saat terjadi booming komoditas beberapa tahun silam.

"Sehingga semua masalah muncul di akhir 2014-2015," sebutnya.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas