Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Fadli Zon: Secara Etika Bekas Wakil Kepala BIN Tidak Bisa Jadi Bos Freeport

Menurut dia, secara etika dia tidak boleh bekerja untuk perusahaan asing.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Eri Komar Sinaga
Editor: Johnson Simanjuntak
zoom-in Fadli Zon: Secara Etika Bekas Wakil Kepala BIN Tidak Bisa Jadi Bos Freeport
http://bin.go.id
Presiden Direktur Freeport Indonesia Maroef Sjamsoeddin 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon menyindir Marsekal Muda (Purn) Maroef Sjamsuddin yang menjadi Presiden Direktur PT Freeport Indonesia (PTFI).

Fadli menyoroti mengenai latar belakang Maroef yang sebelumnya pernah menjabat Wakil Kepala Badan Intelijen Negara.

Menurut dia, secara etika dia tidak boleh bekerja untuk perusahaan asing.

"Karena dia mantan Wakabin. Harusnya nggak boleh bekerja untuk perusahaan asing," kata Fadli saat diskusi bertajuk 'Freeport Bikin Repot' di Warung Daun, Jakarta. Senin (21/11/2015).

Fadli melanjutkan, kesediaan Maroef menjadi bos di perusahaan PT Freeport adalah menjadi hak pribadinya.

"Itu kan hak pribadi. Tapi secara etika (tidak boleh)," kata dia.

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra itu pun kemudian menyoroti mengenai soal rekaman pembicaraan yang diduga dilakukan Ketua DPR RI Setya Novanto dengan bos Freeport untuk meminta saham dengan mencatut nama Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla.

Rekomendasi Untuk Anda

Menurut dia, rekaman yang dibocorkan Menteri ESDM Sudirman Said itu adalah operasi intelijen dan dilakukan untuk maksud-maksud tertentu.

"Mana rekaman pertama dan selanjutnya? ini stick operation dalam intelijen," kata dia.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas