Tribun

RJ Lino Menyuruh Rizal Ramli Sekolah Lagi

RJ Lino menilai Rizal Ramli tidak mengerti fungsi Cikarang Dry Port bisa mengurangi dwelling time atau tidak.

Penulis: Adiatmaputra Fajar Pratama
Editor: Robertus Rimawan
RJ Lino Menyuruh Rizal Ramli Sekolah Lagi
TRIBUNNEWS.COM/Theresia Felisiani
RJ Lino usai menjalani pemeriksaan di Bareskrim Polri, Rabu (18/11/2015) 

Dimana, Kepala Kantor Otoritas Pelabuhan Utama Tanjung Priok telah memperingatkan Dirut PT.

Pelabuhan Indonesia II RJ Lino, dengan su‎rat tertanggal 6 Agustus 2014 agar tidak memperpanjang perjanjian sebelum memperoleh konsesi dari kantor Otoritas Pelabuhan Utama Tanjung Priok.

"Lino tidak mematuhi surat dewan komisaris PT. Pelabuhan Indonesia II," kata Rizal.

Ia menuturkan Komisaris Utama PT Pelabuhan Indonesia II Bapak Luky Eko Wuryanto telah mengingatkan Lino dengan surat tanggal 23 Maret 2015 agar melakukan revaluasi dan negosiasi Ulang dengan HPH merevisi besaran Up Front Fee.

"Perjanjian lama tahun 1999 up front free‎ sebesar USD 215 juta, USD 28 juta sedang sekarang hanya USD 215 juta saja," katanya.

Kemudian, kata Rizal, RJ Lino melangar prinsip transparansi dengan tidak melalui tender.

Menurutnya, perpanjangan tidak dilakukan dengan tender terbuka sehingga harga optimal atau base value tidak tercapai.

"Sehingga bisa terkena tuntutan Post Bider Claim yang melekat dari peserta tender tahun 1999," tutur Rizal.

Rizal menuturkan Lino juga mengabaikan keputusan Dewan Komisaris PT Pelindo II yang ditandatangani Komisaris Utama Tumpak Hatorangan Panggabean pada tanggal 30 Juli 2015 yang intinya menyatakan pendapat Jamdatun tidak tepat.

"Perpanjangan kontrak menimbulkan potensi kerugian negara dimana harga jual lebih murah dari tahun 1999 dimana Upfront Payment USD 215 juta + USD 28 juta sedangkan tahun 2015 sekarang hanya USD 215 juta," ujarnya.(*)

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas