Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Rizieq Dipolisikan Karena Plesetan 'Sampurasun', Ini Reaksi FPI

Laporan berkaitan dengan pernyataan Rizieq yang mengganti salam "sampurasun" menjadi "campur racun".

Rizieq Dipolisikan Karena Plesetan 'Sampurasun', Ini Reaksi FPI
TRIBUNNEWS.COM/HERUDIN
Rizieq Shihab memimpin unjuk rasa Front Pembela Islam (FPI), Laskar Pembela Islam (LPI) dan Forum Umat Islam (FUI) yang tergabung dalam Gerakan Masyarakat Jakarta menggelar aksi unjuk rasa di depan Balaikota Jakarta, Senin (10/11/2014). Aksi lanjutan ini menolak Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) sebagai Gubernur DKI Jakarta. TRIBUNNEWS/HERUDIN 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Anggota Majelis Syura DPP Front Pembela Islam (FPI), Habib Muchsin Alatas, menilai, pelaporan Ketua Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Syihab ke Kepolisian Daerah Jawa Barat oleh Angkatan Muda Siliwangi terlalu berlebihan.

Laporan yang disampaikan masyarakat Sunda melalui Angkatan Muda Siliwangi itu berkaitan dengan pernyataan Rizieq yang mengganti salam "sampurasun" menjadi "campur racun".

"Kira-kira clear dan (masalah) ini terlalu didramatisasi, ya," kata Muchsin kepada Kompas.com, Rabu (25/11/2015).

Menurut dia, Rizieq telah berdakwah dengan benar.

Dalam tablig akbar di Purwakarta beberapa waktu lalu itu, kata dia, Rizieq hanya menyampaikan kepada warga agar tidak mengganti ucapan salam dalam Islam "assalamualaikum" dengan "sampurasun".

"Beliau bilang, assalamualaikum ini simbol agama, dan masyarakat Sunda boleh dengan bahasa Sunda-nya, sampurasun. Jangan sampai assalamualaikum digantikan oleh sampurasun," kata Muchsin.

Meski demikian, ia tak mempermasalahkan pelaporan tersebut.

Pasalnya, menurut Muchsin, setiap warga negara berhak untuk melaporkan pihak mana pun ke kepolisian.

Nantinya, kata dia, proses hukum yang akan membuktikan ada atau tidaknya kesalahan yang dilakukan Rizieq.

Ia juga membantah bahwa Rizieq menyebut "sampurasun" dengan "campur racun". (Baca: Bupati Purwakarta Minta Rizieq Syihab Minta Maaf)

Halaman
12
Ikuti kami di
Editor: Rendy Sadikin
Sumber: Kompas.com
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas