Geser ke atas / tap '✖' untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Sidang Novanto Terbuka, Ruhut Nilai Kekuatan KMP di MKD Sudah Melemah

Pasalnya, Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) telah memutuskan sidang akan digelar secara terbuka

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Sidang Novanto Terbuka, Ruhut Nilai Kekuatan KMP di MKD Sudah Melemah
TRIBUNNEWS/HERUDIN
Sejumlah aktivis memakai topeng Ketua DPR Setya Novanto saat berunjuk rasa di depan Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta Selatan, Selasa (24/11/2015). Mereka menuntut KPK agar mengusut dan memeriksa Setya Novanto terkait skandal Freeport. TRIBUNNEWS/HERUDIN 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Anggota Komisi III DPR Ruhut Sitompul menilai Koalisi Merah Putih (KMP) telah melemah dalam mengawal kasus Ketua DPR Setya Novanto‎.

Pasalnya, Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) telah memutuskan sidang akan digelar secara terbuka.

"Yang nyata (Koalisi) Merah Putih telah melemah. Sudah begitu terbuka, kasihan Novanto enggak lama lagi," kata Ruhut di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (26/11/2015).

‎Politikus Demokrat itu mengatakan saat ini Novanto tinggal menunggu apakah MKD memutuskan perkara tersebut termasuk pelanggaran ringan atau berat.

Ia pun mengimbau Novanto sebaiknya mundur dari jabatannya sebagai Ketua DPR.

Mengenai adanya dukungan pimpinan DPR kepada Novanto, Ruhut menilai hal itu sebagai bentuk kekhawatiran adanya kocok ulang. Apalagi, kata Ruhut, partai akan melihat kinerja anggotanya di parlemen.

"(pimpinan) Takut kocok ulang, Fadli Zon bisa diganti Martin Hutabarat atau Desmond J Mahesa. Fahri juga. Partai kan bisa melihat kinerjanya," ujarnya.

Rekomendasi Untuk Anda

‎Ketika ditanyakan mengenai putusan Demokrat melakukan pergantian sementara anggota MKD, Ruhut mengatakan hal itu biasa.

Pasalnya, Guntur Sasono sedang melakukan tugas komisi sehingga digantikan Fandi Utomo. Hal senada juga diungkapkan Sekretaris Fraksi Demokrat Didik Mukriyanto.

"Ini kan karena Pak Guntur enggak bisa hadir di MKD karena bersamaan dengan agenda Komisi IV DPR. Kita tidak ingin kehadiran fraksi kita tidak utuh di MKD maka kita adakan pergantian sementara yang Dikenal sebagai BKP sampai tanggal 26 (November) 2015," kata Didik.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas