Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Megawati: Pergulatan Politik Timbulkan Pertempuran antara Kebaikan dan Keburukan

"Bagaimana sebuah pergulatan politik terus berjalan dan tentunya akan menunjukkan pertempuran antara kebaikan dan keburukan," ujar Megawati.

Megawati: Pergulatan Politik Timbulkan Pertempuran antara Kebaikan dan Keburukan
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Presiden kelima Indonesia Megawati Soekarnoputri (kiri) menerima cinderamata dari Penulis Buku Revolusi Pancasila Yudi Latif (kanan) saat hadir dalam seminar nasional dan bedah buku Revolusi Pancasila di Jakarta Convention Center, Senayan, Jakarta, Selasa (27/10/2015). Buku Revolusi Pancasila merupakan karya Yudi Latif yang bercerita mengenai gagasan mengenai kehidupan berbangsa dan bernegara. (TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN) 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, M Zulfikar

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri hadir, dalam pagelaran ketoprak yang bertajuk peduli 'Bangun Majapahit'.

Dalam perhelatan tersebut PDI Perjuangan ingin mengingatkan kembali kepada kita bahwa Indonesia bangsa yang berkebudayaan.

Menurut Megawati, PDI Perjuangan percaya jalan kebudayaan harus segera dipertahankan di tengah gempuran nilai budaya luar yang sangat bertolak belakang dengan nilai-nilai kepribadian bangsa Indonesia, tapi tidak lantas menutup diri dari luar.

"Terbukti bahwa peradaban nusantara sejak dahulu sudah berinteraksi dengan dunia luar dan mampu membawa perubahan positif terhadap perkembangan budaya nusantara," kata Megawati di Taman Ismail Marzuki, Cikini, Jakarta Pusat, Kamis (26/11/2015).

Menurut Presiden ke-5 Indonesia itu, Bangun Majapahit benar-benar diangkat dari sejarah bangsa Indonesia. Dalam perjalanannya budaya Indonesia tidak lepas dari proses politik yang dijalankan oleh Indonesia.

"Bagaimana sebuah pergulatan politik terus berjalan dan tentunya akan menunjukkan pertempuran antara kebaikan dan keburukan. Tapi akhirnya yang menang pasti kebenaran," tutur dia.

Masih kata Megawati, semangat persatuan dan sejarah perjalanan bangsa besar inilah yang telah menjiwai para pemuda Indonesia di tahun 1928 untuk bersatu dalam satu nusa, satu bangsa dan satu bahasa.

"Dengan bersatunya seluruh kekuatan anak-anak bangsa yang ada di wilayah Nusantara maka akhirnya rakyat bisa mencapai kemerdekaan," beber Megawati.

Penulis: Muhammad Zulfikar
Editor: Y Gustaman
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas