Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Jusuf Kalla dan Megawati Berjalan Beriringan Saat Datang Ke Nusantara V

Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla dan Presiden RI ke-5,Megawati Sukarnoputri, hadir di acara "Simposium Kebangsaan" yang digelar MPR, di gedung Parlemen

Jusuf Kalla dan Megawati Berjalan Beriringan Saat Datang Ke Nusantara V
kompas.com
Jokowi, Megawati dan Jusuf Kalla 

Laporan Wartawan TRIBUNnews.com, Nurmulia Rekso Purnomo

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla dan Presiden RI ke-5, Megawati Sukarnoputri, hadir di acara "Simposium Kebangsaan" yang digelar MPR, di gedung Nusantara IV, komplek parlemen, Jakarta Pusat, Senin (7/12/2015).

Keduanya berjalan beriringan saat memasuki gedung Nusantara IV. Di belakang mereka mengikuti Ketua MPR, Zulkifli Hasan, dan Wakil Ketua MPR, Oesman Sapta Odang, serta Wakil Ketua DPR, Hidayat Nurwahid.

Di acara yang bertema "Refleksi Nasional Praktek Konstitusi dan Ketatanegaraan Pasca Reformasi," itu, saat nama Jusuf Kalla disebut, tidak ada satupun peserta simposium yang tepuk tangan. Reaksi yang berbeda saat nama Megawati disebut, peserta menyambutnya dengan tepuk tangan, begitupun saat ketua MPR disebut.

Di acara itu, Jusuf Kalla yang mengenakan batik ungu itu duduk bersebelahan dengan Megawati yang juga merupakan Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP).

Di acara tersebut juga hadir Panglima TNI, Jendral TNI, Gatot Nurmantyo, Kapolri Jendral Pol, Badrodin Haiti, serta mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Mahfud MD.

Dalam sambutannya, Zulkifli Hasan sempat menyinggung soal salah satu dampak dari reformasi, yakni kebebasan. Dampak buruknya adalah ketidaksamaan visi, sehingga tidak ada sinergitas.

Ia menilai semua pihak harus berkaca dengan kebijakan Presiden pertama RI, Sukarno, yang sempat menggaungkan visi tunggal yang dapat diikuti semua pengambil kebijakan, diseluruh tingkatan.

"Nanti akan dipaparkan yang mulia ibu Mega. Presiden punya visi sendiri, gubernur punya visi sendiri. Wali Kota punya visi sendiri, yang diganti setiap lima tahun," terangnya.

Editor: Gusti Sawabi
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas