Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Nama Presiden dan Wapres Dicatut

Wakil Ketua MKD dari PDIP Yakin Jokowi Tidak Marah

Wakil Ketua Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) Junimart Girsang tidak berkomentar banyak mengenai kabar kemarahan Presiden Joko Widodo.

Wakil Ketua MKD dari PDIP Yakin Jokowi Tidak Marah
Tribunnews/Herudin
Junimart Girsang (dua dari kiri) 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Ferdinand Waskita

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Wakil Ketua Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) Junimart Girsang tidak berkomentar banyak mengenai kabar kemarahan Presiden Joko Widodo.

Presiden dikabarkan marah ketika dimintai tanggapan soal kasus pencatutan nama yang diduga dilakukan Ketua DPR Setya Novanto.

Junimart yakin Presiden tidak marah. "Saya bukan menteri. Pak Jokowi tidak pernah marah-marah," kata Junimart di Gedung DPR, Jakarta, Senin (7/12/2015) malam.

Politikus PDIP itu mengaku telah berkomunikasi dengan Presiden Joko Widodo. Hal itu membuat yakin Junimart, presiden tidak marah.

"Tadi saya telepon, enggak marah-marah," katanya.

Mengenai instruksi partai, Junimart mengatakan dirinya sesuai dengan perintah Megawati Soekarnoputri. "Ibu Mega katakan tetap jalan sesuai aturan yang ada," imbuhnya.

Sebelumnya saat di Istana Negara, suara Presiden Joko Widodo meninggi ketika menanggapi pertanyaan awak media seputar kelanjutan kasus pencatutan nama yang dilakukan Ketua DPR, Setya Novanto atau sering disebut 'papa minta saham'. W‎ajah Presiden terlihat marah.

Tangannya sambil menunjuk ke arah awak media, meski tidak bermaksud memarahi media.‎ Suaranya pun terdengar tegas, hingga suasana menjadi hening

"Sudah saya sampaikan, tidak boleh lembaga negara itu dipermainkan. Itu bisa Presiden dan lembaga negara yang lain," ujar Presiden di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (7/12/2015).

Presiden mengatakan tidak masalah jika ada yang menghina dirinya seperti yang terdengar di rekaman diduga suara pengusaha Riza Chalid yang sedang berbincang dengan Setya Novanto dan Presiden Direktur PT Freeport Indonesia,Maroef Sjamsoeddin.

"Saya enggak apa-apa katakan Presiden gila, sarap, koppig," kata Presiden.

Namun, Presiden menegaskan, dirinya tidak menyukai jika ada yang mencatut namanya, apalagi meminta saham sebesar 11 persen.

Sebab menurutnya hal itu melanggar etika dan bertentangan dengan moralitas.

"Tapi kalau menyangkut wibawa, mencatut, meminta saham 11 persen itu saya enggak mau. Enggak bisa! Ini masalah kepatutan, kepantasan, etika, moralitas dan itu masalah wibawa negara," kata Presiden

Penulis: Ferdinand Waskita
Editor: Gusti Sawabi
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas