Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

April 2015: Pidato Jokowi Dikecam Amerika hingga Mary Jane yang Lolos dari Maut

Seorang peneliti bernama Ernest Bower menilai pidato tersebut menunjukkan Presiden Jokowi plin-plan.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Rendy Sadikin
zoom-in April 2015: Pidato Jokowi Dikecam Amerika hingga Mary Jane yang Lolos dari Maut
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Presiden Joko Widodo (ketiga kanan) bersama Ketua DPR Setya Novanto (ketiga kiri) berfoto bersama delegasi sejumlah negara usai membuka Konferensi Parlemen Asia Afrika di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (23/4/2015). Konferensi tersebut dihadiri perwakilan dari 36 negara yang diselenggarakan sebagai salah satu rangkaian peringatan 60 tahun Konferensi Asia Afrika. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN 

TRIBUNNEWS.COM - Presiden Joko Widodo dikecam Amerika Serikat setelah berpidato mengkritik sejumlah lembaga keuangan internasional yang dinilai merugikan negara dunia ketiga.

Seorang peneliti bernama Ernest Bower menilai pidato tersebut menunjukkan Presiden Jokowi plin-plan.

Jokowi, kata dia, di satu sisi menginginkan banyak investor asing masuk ke Indonesia.

Tapi di lain sisi, mengkritik sistem dan lembaga keuangan internasional semisal International Monetary Fund (IMF) dan ASian Development Bank (ADB).

Pidato tersebut disampaikan Jokowi ketika membuka Konferensi Asia Afrika 2015 di Bandung, Jawa Barat.

"Pemikiran atas solusi masalah ekonomi dunia hanya terbatas pada Bank Dunia, International Monetary Fund (IMF), dan Asian Development Bank (ADB)," ungkapnya.

Sementara itu, April 2015 menjadi bulan yang sangat berkesan bagi terpidana mati kasus narkoba asal Filipina, Mary Jane Veloso (30).

Rekomendasi Untuk Anda

Mary Jane lolos dari maut batal dieksekusi mati di Nusakambangan di detik-detik terakhir.

Alasannya, pemerintah Filipina membutuhkan kesaksian Mary Jane setelah tersangka perekrut Marry Jane, Maria Kristina Sergio menyerahkan diri kepada kepolisian Filipina.

Mary Jane ditangkap, diadili, dan divonis mati pada 2010 setelah terbukti menyelundupkan 2,6 kilogram heroin ke Indonesia.

"Ya , tertunda karena ada - menit terakhir permohonan dari Presiden Filipina . Ada seseorang yang menyerahkan diri hari ini. Dia mengaku dia adalah orang yang direkrut Mary Jane," kata Jaksa Agung HM Prasetyo.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas