Tempati Ruang Kerja Hasil Undian, Basari Panjaitan Bawa Sespri Sendiri
Komisi Pemberantasan Korupsikembali melanjutkan eksistensinya setelah lima pimpinan barunya dilantik Presiden Joko Widodo, Senin (22/12/2015).
Penulis:
Abdul Qodir
Editor:
Dewi Agustina
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melanjutkan eksistensinya setelah lima pimpinan barunya dilantik Presiden Joko Widodo, Senin (22/12/2015).
Kelimanya, yakni Agus Rahardjo (Ketua), Saut Situmorang, Basaria Panjaitan, Alexander Marwata dan Laode M Syarif.
Kelimanya belum banyak melakukan aktivitas terkait pelaksanaan tugas dan kewenangan, selain induksi materi tentang KPK selama satu pekan pertama mereka bertugas.
Namun, sesuai peraturan yang ada, kelima orang tersebut sudah berhak mendapatkan sejumlah fasilitas, mulai gaji, pengamanan, sekretaris pribadi hingga mobil operasional dan sopir.
Kelima pimpinan baru KPK mulai menempati ruang kerja di lantai 3 Gedung KPK, Jalan HR Rasuna Said Kav-C1, Kuningan, Jakarta, Selatan setelah upacara serah terima jabatan (sertijab) dengan lima pimpinan KPK Jilid III pada Senin siang itu.
Namun, ada prosesi yang unik sebelum kelima pimpinan KPK itu dibolehkan menempati ruang kerjanya. Ya, mereka menempati ruang kerja berdasarkan hasil undian dari internal KPK.
"Jadi, kemarin itu pembagian ruang kerja itu diundi dengan dikocok. Memang biasanya seperti itu sebelum-sebelumnya," ujar Pelaksana tugas (Plt) Kepala Biro Hubungan Masyarakat KPK, Yuyuk Andriati.
Hasil undiannya, yakni Agus Rahardjo selaku ketua menempati ruang kerja Taufiqqurachman Ruki atau Abraham Samad dan Basaria Panjaitan menempati ruang kerja Adnan Pandu Praja. Keduanya menempati ruang kerja yang terletak di sisi kiri lorong lantai 3.
Tiga pimpinan KPK lainnya berada di sisi kanan lorong lantai 3 setelah ruang Sekretaris Pimpinan.
Laode M Syarif menempati ruang kerja Johan Budi atau Bambang Widjojanto, Saut Situmorang menempati ruang kerja Indriyanto Senoadji dan Alexander Marwata menempati ruang kerja Zulkarnain.
"Biasanya proses induksi ke pimpinan baru KPK di ruang rapat pleno lantai 3, yang di depan lift," terang Yuyuk.
Yuyuk menuturkan, kelima pimpinan baru KPK juga berhak mendapatkan seorang ajudan dan sespri yang sebelumnya bertugas untuk lima pimpinan Jilid III.
Namun, hanya Basaria Panjaitan yang tak menggunakan sespri dari internal KPK. Jenderal polisi bintang dua itu membawa sespri sendiri.
"Untuk pimpinan sekarang hanya Basaria Panjaitan yang bawa sesprinya sendiri, pimpinan yang lain dari internal KPK. Saya nggak tahu alasannya," terangnya.
Kelima pimpinan baru KPK juga diperkenankan menggunakan beberapa mobil operasional saat melaksanakan tugas di luar Gedung KPK. Mobil-mobil untuk pimpinan KPK tersebut di antaranya Camry, Kijang Innova, Toyota Noah dan Ford.
"Tapi, pimpinan kalau dari rumah berangkat ke kantor atau pulang kantor itu pakai mobil pribadi. Mobil operasional hanya dipakai saat dari kantor untuk tugas ke tempat di luar kantor," kata Yuyuk.
"Tidak ada mobil operasional yang dikhususkan atau didedikasikan ke satu pimpinan," sambungnya.
Pantauan Tribunnews, Agus Rahardjo, Basaria Panjaitan dan Laode M Syarif sempat menumpangi Toyota Noah saat menuju ke gedung baru KPK untuk gladi bersih peresmian gedung baru KPK di Jalan Bahagia, Setiabudi, Senin (28/12/2015).
Kegiatan Pertama
Pada hari pertama bertugas, Selasa (22/12/2015), Ketua KPK Agus Rahardjo menerima audiensi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Basawedan bersama 30 puluhan Kepala Sekolah Peraih Apresiasi Sekolah Berintegritas Ujian Nasional.
Saat itu, Agus mendengarkan penjelasan Anies Baswedan mengenai hasil pelaksanaan Ujian Nasional yang berintegritas di seluruh Indonesia.
Setelah itu, lima pimpinan KPK mendapatkan induksi atau penjelasan dari lima deputi KPK tentang pekerjaan yang telah dan akan dilakukan. Hari itu pimpinan juga sudah bertatap muka dengan seluruh pegawai KPK. Para pegawai juga menyampaikan beberapa pemaparan dan usulan.
Gambaran saat induksi, yakni lima pimpinan duduk bersama di ruang rapat pleno, lantai 3 Gedung KPK. Satu per satu deputi atau pimpinan lama KPK menyampaikan hasil kerja, rencana kerja, usulan, hingga renstra.
Rabu (23/12/2015), kelima pimpinan sudah meninjau gedung baru KPK. Mereka melihat beberapa ruangan yang akan dipakai pegawai.
Senin (28/12/2015), mereka juga bersama perwakilan protokoler dan paspampres Istana Negara melakukan kunjungan dan gladi bersih di gedung baru KPK untuk persiapan acara peresmian gedung. Mereka ke lobi, ke ruang pemeriksaan dan ruang conference press.
Selain itu, kelimanya juga bertemu mantan Plt Ketua KPK, Taufiqqurachman Ruki untuk silaturahmi. Sebab, Ruki tengah melaksanakan ibadah umrah saat pelaksnaan sertijab.
Setelah bertemu Ruki, mereka kembali mendapatkan induksi dari para kepala satuan tugas, kepala unit dan grup head atau leader pegawai KPK.
Seusai meresmikan gedung baru KPK, kelima pimpinan baru KPK kembali melanjutkan induksi atau mendapatkan pemaparan dari pimpinan lama KPK dan wadah pegawai atau serikat pegawai. (abdul qodir)
Baca tanpa iklan