Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

KPK Telusuri Dugaan Fee yang Diterima RJ Lino dari Perusahaan China

"Nah (dugaan penerimaan fee) itu yang sedang didalami," kata Priharsa di KPK, Jakarta, Selasa (5/1/2016)

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Edwin Firdaus
Editor: Hasanudin Aco
zoom-in KPK Telusuri Dugaan Fee yang Diterima RJ Lino dari Perusahaan China
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Direktur Utama PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) II Richard Joost Lino atau RJ Lino menjawab pertanyaan wartawan usai diperiksa di Bareskrim Mabes Polri, Jakarta, Senin (9/11/2015). RJ Lino diperiksa selama 9 jam sebagai saksi atas kasus dugaan korupsi pengadaan 10 mobil crane di PT Pelindo II. (TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN) 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus menelusuri dugaan korupsi yang dilakukan mantan Direktur Utama PT Pelindo II, RJ Lino terkait pengadaan 3 unit Quay Container Crane (QCC) tahun 2010.

Kepala Bagian Pemberitaan dan Publikasi KPK, Priharsa Nugraha mengatakan, penelusuran penyidik juga meliputi dugaan penerimaan fee oleh Lino dari Perusahaan China, Wuxi Huang Dong Heavy Machinery.

"Nah (dugaan penerimaan fee) itu yang sedang didalami," kata Priharsa di KPK, Jakarta, Selasa (5/1/2016).

Perusahaan asal Negeri Tirai Bambu ditunjuk langsung oleh Lino dalam melakukan pengadaan tiga alat berat pengangkut container yang ditempatkan di pelabuhan.

Dugaan penunjukan langsung itulah yang membuat Lino menjadi pesakitan KPK.

Menurut Priharsa, dalam penanganan perkara di Pelindo II ini, pihaknya tidak hanya melihat penunjukan langsung dalam proses pengadaan QCC tersebut.

Namun, juga mendalami para pihak yang diperkaya, baik diri sendiri, orang lain, hingga korporasi yang menimbulkan kerugian negara.

Rekomendasi Untuk Anda

"Yang jelas kasus ini KPK tidak hanya semata-mata melihat penunjukan langsung ada dugaan mainsrea atau niat jahat," imbuhnya.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas