Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Bibit Samad Rianto Merasa Tertipu Pernah Jadi Pembina Organisasi Gafatar

"Awalnya aku enggak ingin bergabung, mereka menawarkan dan ditunjukkan kegiatan mereka. Itu positif menurut saya," ujar Bibit saat dihubungi, Rabu (13

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Adi Suhendi
zoom-in Bibit Samad Rianto Merasa Tertipu Pernah Jadi Pembina Organisasi Gafatar
tribunnews.com
Bibit Samad Rianto 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Organisasi Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) berkembang sejak lama dan terus merekrut orang-orang.

Bukan hanya kalangan orang biasa, orang tersehor di negeri ini pun sempat ikut bergabung.

Satu diantaranya mantan Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Bibit Samad Riyanto.

Ia mengaku sempat menjadi Ketua Dewan Pembina pada tahun 2013.

Bibit mengatakan, setelah dua tahun bergabung dia mengetahui bahwa Gafatar menyimpang dari pemahaman yang selama ini dia ketahui.

"Awalnya aku enggak ingin bergabung, mereka menawarkan dan ditunjukkan kegiatan mereka. Itu positif menurut saya," ujar Bibit saat dihubungi, Rabu (13/1/2016).

Bibit mengatakan yang dia ketahui dari organisasi itu ialah kegiatan sosialnya untuk membantu orang susah, korban bencana alam, program kebersihan, dan kemandirian pangan.

Rekomendasi Untuk Anda

Bahkan, dalam anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD/ART) yang ditunjukkan pengurus Gafatar saat itu pun tak tercantum ada kecenderungan pada politik atau agama tertentu.

Kemudian, baru sekitar akhir 2014, Bibit mendengar isu miring mengenai Gafatar.

Ia mendapatkan informasi di daerah bahwa organisasi tersebut tidak mewajibkan shalat bagi anggotanya.

Saat itu, kecurigaan Bibit mengenai Gafatar mulai muncul.

Setelah itu, pengurus Gafatar menemui Bibit dan ingin 'meminang' Bibit menjadi kadernya.

"Dia cerita bahwa itu tadi, dia bekerja atas petunjuk messiah. Messiah siapa itu? Saya pikir kan messiah jaman dulu, Yesus jadi messiah," kata Bibit.

Bibit langsung merasa keyakinan Gafatar dan dirinya berbeda.

Ia pun ingin dipertemukan dengan messiah yang dimaksud itu.

Sebelum bertemu dengan pimpinan Gafatar, Bibit mencari data melalui internet mengenai Gafatar.

Ternyata, organisasi tersebut belum terdaftar di Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol).

Tak hanya itu, Bibit mendapatkan informasi bahwa beberapa pengurusnya terlibat aliran Al Qaeda dan Jamaah Islamiyah.

"Aku carinya Al Qhaeda itu apa di Google. Saya download semua, ternyata aliran terlarang yang pernah dihukum negara tahun 2009," kata Bibit.

Bibit langsung menyiapkan surat pengunduran diri.

Kemudian, pada 3 Januari 2015, Bibit dipertemukan dengan messiah yang diyakini organisasi Gafatar.

Tanpa basa basi, Bibit langsung menyerahkan surat tersebut dan meninggalkan pimpinan Gafatar.

"Sejak saat itu saya tidak memonitor lagi. Ternyata itu enggak cocok saja dengan keinginan saya. Saya enggak mau masuk dalam aliran apa pun," kata Bibit. (Ambaranie Nadia Kemala Movanita)

Sumber: Kompas.com
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas