Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Istana: Keberadaan Gafatar Meresahkan

Presiden Joko Widodo telah menginstruksikan kepada Kapolri untuk memantau seluk beluk Gafatar

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Istana: Keberadaan Gafatar Meresahkan
net
Logo Gafatar 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Organisasai Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) dianggap pihak Istana sebagai organisasi yang meresahkan.

"Kami diminta memantau oleh Presiden hal yang berkaitan dengan Gafatar ya, karena memang ini menjadi meresahkan," ujar Sekretaris Kabinet, Pramono Anung di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (13/1/2016).

Pramono mengatakan keresahan tersebut lantaran banyak kasus serupa yang dialami dokter Rica yang sempat dikabarkan menghilang di beberapa daerah.

"Tetapi ini sudah dianggap cukup membuat keresahan di publik karena ternyata yang hilang ataupun yang ini kan bukan hanya hal berkaitan dengan dokter Rika, ternyata ada beberapa yang lainnya," ucap Pramono.

Pramono mengatakan, Presiden Joko Widodo telah menginstruksikan kepada Kapolri untuk memantau seluk beluk Gafatar dan Menteri Dalam Negeri untuk melakukan pembinaan terhadap ormas-ormas lainnya.

"Dan untuk itu Polri yang diminta untuk melihat hal tersebut, termasuk Mendagri yang melakukan pembinaan terhadap ormas-ormas sekarang akan mencari mengumpulkan data selengkap-lengkapnya," kata Pramono.

Rekomendasi Untuk Anda
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas