Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Mabes Polri Dalami Keterlibatan Jaringan Santoso di Teror Sarinah

Beberapa bulan lalu, sempat beredar suara rekaman ancaman teror yang diduga gembong teroris Santoso di media sosial.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Mabes Polri Dalami Keterlibatan Jaringan Santoso di Teror Sarinah
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Petugas mengangkat jenazah korban peledakan bom di pos polisi Sarinah, Jakarta, Kamis (14/1/2016). Ledakan bom yang disusul baku tembak yang dilakukan oleh 7 orang pelaku dengan korban tewas 3 orang dan 4 orang dilumpuhkan. TRIBUNNEWS/IRWAN RISNAWAN 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Beberapa bulan lalu, sempat beredar suara rekaman ancaman teror yang diduga gembong teroris Santoso di media sosial.

Dalam rekaman itu, Santoso mengancam akan meledakkan markas Polda Metro Jaya di Jakarta.

Bahkan beberapa pejabat tinggi Polri termasuk Kepala Densus 88 Antiteror Polri jadi target mereka.

Saat dikonfirmasi ke Kadiv Humas Mabes Polri, Irjen Anton Charliyan, apakah teror Sarinah ada kaitan dengan jaringan Santoso, Anton menjawab hal itu perlu pendalaman.

"Bisa saja, ini kami dalami apakah ada hubungannya dengan gerakan Santoso. Karena memang bisa saja mereka para golongan radikal bersatu menyerang kepolisian dan negara kita," beber Anton, Kamis (14/1/2016) di Mabes Polri Jakarta.

Anton menambahkan berbagai kemungkinan soal pelaku, yakni dari jaringan ISIS, Santoso ataupun kelompok radikal seluruhnya masih perlu pendalaman lebih lanjut.

"‎Untuk jaringan mana belum bisa teridentifikasi pasti, tapi diduga kuat ISIS. Mereka para pelaku kemungkinan sakit hati, karena rekan-rekannya ditekan dan ditangkap jadi balas dendam ke negara melalui kepolisian," katanya.

Rekomendasi Untuk Anda
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas