Surya Paloh: Lebih Gagah Diancam Teroris Daripada Diancam KPK
Surya Paloh menyampaikan arahan-arahan politiknya.
Penulis:
Johnson Simanjuntak
TRIBUNNEWS.COM, KUTA – Sesi pembukaan agenda Konsolidasi Fraksi Partai NasDem Se-Indonesia akhirnya digelar Kamis malam (14/01), setelah ditunda sebagai bentuk solidaritas tragedi teror di kawasan MH Thamrin, Jakarta.
Sedianya, seremoni itu dilakukan siang harinya, pukul 13.30 WITA.
Namun Surya Paloh yang dijadwalkan membuka acara memutuskan menunda, dengan menimbang suasana kebatinan publik yang tengah berduka.
Sekira pukul delapan malam, lima menit setelah pemandu acara menyapa audiens di Ballroom Hotel Discovery Kartika Plaza, Kuta, tampak 467 peserta konsolidasi bangkit dari tempat duduk, menyambut Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh yang tengah berjalan memasuki ruang.
Setelah sesi peluncuran buku "Restorasi Bersama Rakyat", Surya Paloh menyampaikan arahan-arahan politiknya.
“Pertama, saya sampaikan perintah Ketua Umum, agar konsolidasi (semacam ini) dijadikan agenda tahunan Fraksi Partai NasDem,” ungkapnya yang diikuti aplus segenap peserta konsolidasi.
Respon antusias ini tidak mengherankan mengingat para peserta menilai ajang konsolidasi ini memang momen yang sangat penting.
Sebagai partai baru yang membawa semangat perubahan, para kader Partai NasDem yang duduk di lembaga perwakilan rakyat menilai perlu adanya media untuk menyamakan cara pandang dan sikap para legislator di seluruh level perwakilan, dari DPR RI hingga DPRD.
Dalam hal ini, instruksi Surya Paloh adalah wujud responsivitas ketua umum partai terhadap aspirasi para kader.
“Kita akan ketemu lagi Januari tahun depan di sini, di Bali. Karena ini perintah, saya rasa tak perlu lagi diperdebatkan,” seloroh Surya Paloh disambut sorak tawa peserta hadirin.
Berikutnya, Surya Paloh menyinggung peristiwa tragis yang terjadi di Jakarta yang beriringan dengan momen konsolidasi.
Menurutnya, para teroris ini telah gamblang menyatakan sikapnya untuk berlawan dengan bangsa kita.
Mereka, bahkan siap membuang nyawa demi mengusung identitas penentangannya terhadap bangsa ini.
Bagi Surya Paloh, persoalan ini cukup pelik dan membutuhkan perhatian khusus, mengingat efeknya sangat serius terhadap eksistensi bangsa dan kemanusiaan negeri ini.
Ironisnya, menurut Surya Paloh, para teroris itu bahkan tak menjelaskan narasi ideologis mereka.
Mereka juga tak meyampaikan secara tegas, apa yang sebenarnya ingin mereka capai, siapa yang mereka incar dan apa yang mereka inginkan.
Publik hanya disuguhi tindak kekerasan yang sangat brutal, yang membahayakan masa depan bangsa dan umat manusia.
Oleh karena itu, dia mengingatkan jajaran kader Partai NasDem, khususnya yang duduk di kursi perwakilan rakyat, agar terus meresapi politik gagasan yang diusung Partai NasDem sebagai sebuah manifestasi ideologis.
“Filosofilah yang melahirkan pemikiran-pemikiran besar, dan pada gilirannya melahirkan ideologi. Ideologi kemudian melahirkan partai politik, sehingga partai politik memiliki tugas untuk merumuskan peta, jalan, guna mewujudkan pemikiran-pemikiran besar itu,” tandas Surya.
Dalam kerangka pemikiran ini, Surya menjelaskan bahwa tindakan-tindakan yang tak memiliki landasan filosofi hanya akan melahirkan chaos, seperti halnya tindakan para teroris.
Mereka bersikap atas dasar pemikirannya sendiri, tanpa fundamen pemikiran filosofi yang ilmiah, sehingga yang mereka hasilkan tak lebih dari ancaman bagi eksistensi kemanusiaan.
Untuk itu, Surya Paloh mengingatkan para kadernya agar senantiasa memelihara pertimbangan filosofis, sebagai metode untuk berpikir dan bersikap adil.
Adil dalam hal ini dimulai dari kejujuran untuk menjaga keseimbangan antara hak dan kewajiban selaku anak bangsa.
Dia mengutip pilihan hidup tokoh-tokoh kebangsaan terdahulu, yang memeragakan totalitasnya sepanjang lintas sejarah bangsa.
Mereka mengabdikan jiwa, raga, energi dan materi demi impian kebangsaan yang dianut. Jika kader-kader Partai NasDem meneladani sikap itu, menurutnya, tak ada lagi persoalan berat bagi mereka.
“Angin sepoi-sepoi oke. Gelombang pasang biasa. Goncangan sekuat apa pun tidak masalah, kalau kita militan, saudara-saudaraku,” lantang Surya Paloh disambut gemuruh yel-yel dan sorak-sorai peserta konsolidasi.
Untuk itu, Surya menekankan agar para kader Partai, khususnya yang duduk di lembaga perwakilan rakyat, agar terus melakukan introspeksi diri.
Segala kemampuan, upaya, mau pun capaian yang diperoleh, hendaknya tak bermuara pada ego kedirian.
Dia menegaskan, tak mungkin seseorang mewujudkan ide besar sendirian, tanpa semangat kebersamaan.
Karena itulah partai politik lahir, di mana semangat kebersamaan itu terhimpun dalam kekuatan dan cita-cita bersama menuju perwujudan ide-ide besar.
Tak bisa dipungkiri, Partai NasDem saat ini mendapat sorotan tajam dari partai-partai lain di level pusat maupun daerah.
Kondisi itu, membawa konsekuensi tak mudah bagi segenap kader, yang harus terus menjaga dan mengembangkan bangunan komitmen, profesionalitas dan moralitasnya.
Hanya dengan sikap itulah, menurut Surya, para kader NasDem akan menuai hasil manis di masa depan.
Sebaliknya, jika para kader Partai hanya bisa melakukan kesalahan dan terus mengulanginya, hanya kerusakan yang akan dituai.
Lebih lanjut, Surya Paloh menyinggung persoalan korupsi yang kerap mendera para politisi.
“Baru saja ada anggota DPR ditangkap KPK (DWP). Kalau hal serupa juga terus terjadi di Partai NasDem, terus-terang saya juga akan merasa berat mempertahankan semangat di depan saudara-saudara,” ungkapnya.
Surya Paloh menegaskan, para kader Partai NasDem, terutama yang menjabat sebagai pejabat publik di lembaga perwakilan rakyat, harus benar-benar peka terhadap persoalan korupsi.
Menurutnya, persoalan ini sangat berpengaruh terhadap moral perjuangan partai.
“Saya tegaskan kepada saudara-saudara, lebih baik kita berhadapan dengan teroris, atau diancam oleh teroris, itu agak lebih gagah daripada kita diancam oleh KPK,” tegasnya.
Oleh karena itu Surya meminta agar segenap jajaran Fraksi Partai NasDem, baik yang duduk dalam fraksi penuh mau pun fraksi gabungan, agar menyalurkan energi dan keberanian pada hal-hal positif.
Sekali lagi, dia mengingatkan bahwa semangat Partai NasDem adalah semangat kekitaan, semangat yang jujur mengakui kelebihan dan kekurangan, sehingga secara sadar mengutamakan kebersamaan.
Penggagas ide Restorasi Indonesia ini menginstruksikan jajaran Fraksi Partai NasDem agar terus bersikap pro aktif.
Sikap pro aktif, menurut Surya Paloh, bisa dilakukan dengan berbagai cara. Ada yang memiliki kemampuan bicara, maka bisa melakukan dengan menyampaikan pendapat mencerahkan di media massa.
Ada juga yang tak pintar bicara tapi mahir menggalang koordinasi dan komunikasi dengan pihak lain, mereka bisa pro aktif dengan caranya.
“Hasil yang baik hanya bisa dicapai dengan kerja sama. Itulah yang disebut tim. Itulah tim!” lantang Surya Paloh.
Menutup orasinya, Surya menyampaikan doa sekaligus optimismenya, bahwa Partai NasDem akan terus merawat semangat kebersamaan yang dimiliki.
Dengan begitu, Tuhan akan membentangkan jalan yang lebih terang dan terbuka bagi kehadiran partai ini.
Baca tanpa iklan