Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Keluarga Korban Bom: Jangan Balas Aksi Kekerasan dengan Kekerasan

Keluarga korban bom se-Indonesia yang tergabung dalam Yayasan Penyintas meminta kepada pihak berwenang dan masyarakat umumnya, untuk tidak membalas ak

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Amriyono Prakoso
Editor: Adi Suhendi
zoom-in Keluarga Korban Bom: Jangan Balas Aksi Kekerasan dengan Kekerasan
TRIBUNNEWS.COM/Amriyono Prakoso
Yayasan Penyintas dan Aliansi Indonesia Damai (AIDA) menggelar aksi damai d Jalan MH Thamrin, Jakarta, Minggu (17/1/2016) 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Amriyono Prakoso

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Keluarga korban bom se-Indonesia yang tergabung dalam Yayasan Penyintas meminta kepada pihak berwenang dan masyarakat umumnya, untuk tidak membalas aksi kekerasan dengan kekerasan.

Menurutnya, hal tersebut tidak akan menyelesaikan masalah.

"Jangan balas kekerasan dengan kekerasan. Tidak akan menyelesaikan masalah. Tetap tenang dan jangan gegabah," ujar Ketua Yayasan Penyintas, Sucipto Hari Wibowo di Thamrin, Jakarta, Minggu (17/1/2016).

Sucipto yang merupakan korban Bom Kuningan di depan Kedubes Australia, mengharapkan pemerintah, khususnya kepolisian terus mengejar para pelaku teror agar tidak terulang aksi terorisme dikemudian hari.

Ia pun memgucapkan belasungkawa terhadap para korban dalam peristiwa serangan teroris di Jalan MH Thamrin, Sarinah, Jakarta Pusat, Kamis (14/1/2016).

Ia berharap untuk korban lukan bisa secepatnya diberi kesembuhan.

Rekomendasi Untuk Anda

"Kami turut berbelasungkawa kepada para korban dan keluarga yang ditinggalkan. Nantinya, para keluarga akan kami ikutsertakan dalam yayasan dan berjuang bersama untuk mencapai kesempurnaan," ungkapnya.

Yayasan Penyintas dan Aliansi Indonesia Damai (AIDA) juga menggelar aksi tabur bunga di dekat Pos Polisi Thamrin tempat peledakan bom terjadi.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas