Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Kisah Aiptu Suhadi yang Takut Disusul Teroris ke Rumah Sakit

Ia pun melepas atribut lantaran menghindari adanya teroris lain yang menyusul dirinya.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Johnson Simanjuntak
zoom-in Kisah Aiptu Suhadi yang Takut Disusul Teroris ke Rumah Sakit
KAHFI DIRGA CAHYA/KOMPAS.COM
Dari kanan Aiptu Suhadi, anggota Ditlantas Polda Metro Jaya yang ditembak pertama kali teroris Thamrin, Jakarta Pusat dan Kabid Dokkes Polda Metro Jaya Kombes Musyafak. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ini kisah Aiptu Suhadi yang sempat melepas semua atribut kepolisian di rumah sakit setelah ditembak teroris, Kamis (14/1/2016).

Ia pun melepas atribut lantaran menghindari adanya teroris lain yang menyusul dirinya.

"Pas di rumah sakit, saya langsung lepas atribut polisi, rompi, dan lain-lain," kata Suhadi di rumahnya, Jakarta Timur, Rabu (20/1/2016).

Suhadi menambahkan, situasi saat itu sedang tegang.

Ia takut teroris tersebut mengejar hingga ke rumah sakit.

Setelah melepas atribut, ia meminta perawat agar menyembunyikan atribut itu di tempat yang tidak terlihat.

"Saya juga bilang, kalau ada yang nyari polisi, bilang enggak ada," kata Suhadi.

Rekomendasi Untuk Anda

Ia mulai merasa tenang saat dua orang anggota polisi dari Disaster Victim Identification (DVI) datang ke rumah sakit.

"Nah, saya mulai tenang," kata Suhadi.

Suhadi merupakan polisi yang pertama kali ditembak oleh teroris Thamrin. Ia tertembak di bagian punggung.(Kahfi Dirga Cahya)

Sumber: Kompas.com
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas