Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Masyarakat Seharusnya Tidak Mendekat Pascaledakan Bom

Konsentrasi petugas terpecah antara mengali informasi, dengan menghalau masa.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Hendra Gunawan
zoom-in Masyarakat Seharusnya Tidak Mendekat Pascaledakan Bom
Warta Kota/ANGGA BHAGYA NUGRAHA
Polisi melakukan olah TKP di tempat kejadian ledakan bom di Kawasan Sarinah, Jakarta Pusat, Kamis (14/1/2016). Warta Kota/angga bhagya nugraha 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Nurmulia Rekso Purnomo

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA ---- Kerumunan masa di sepkitar poslantas di Jalan MH.Thamrin, Jakarta Pusat, pascaledakan bom pada 14 Januari lalu, telah menghambat petugas.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol, Muhammad Iqbal, menyebut Polisi kesulitan dalam mengumpulkan informasi soal ledakan tersebut.

Muhammad Iqbal, dalam diskusi yang digelar di kantor Aliansi Jurnalis Indonesia (AJI), di Kalibata, Jakarta Selatan, Minggu (24/1/2016), mengatakan bahwa konsentrasi petugas terpecah antara mengali informasi, dengan menghalau masa.

Sebelum informasi bisa dikumpulkan, dua orang pelaku teror sudah terlebih dahulu membuang tembakan ke arag petugas. Ratusan orang yang berkumpul di lokasi pun spontan kocar-kacir. Seorang satpam bernama, Rais Karna, tertembak di kepala, dan tewas beberapa hari setelahnya.

"Kalau terjadi hal yang janggal, masyarakat seharusnya tidak mendekat," ujar Muhammad Iqbal.

Dalam kasus tersebut, masyarakat seharusnya tidak mendekati lokasi kejadian, atas dasar penasaran. Masyarakat seharusnya mempercayakan segala informasi ke petugas.

Rekomendasi Untuk Anda

Ia memastikan bahwa Polisi akan segera menyebarkan informasi yang akurat ke masyarakat melalui media.

"Media sangat kami butuhkan, dalam kejadian kemarin setelah informasi kita kumpulkan, saya langsung cari media," terangnya.

Wakil Ketua Bidang Pengaduan Dewan Pers, Yoseph Adi Prasetyo, dalam kesempatan yang sama mengatakan, bisa jadi Aiptu Denny Maiheu, akan terhindar dari timah panas yang ditembakan pelaku bernama Muhammad Ali, bila tidak ada kerumunan masyarakat.

"Kalau tidak ada masyarakat, pelaku tidak akan bisa menyelinap, Polisi pasti bisa mengenali," jelasnya.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas