Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●
Update Jadwal & Skor
Grup E - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 00:00 WIB
Germany
Jerman
7 - 1
Curacao
Curacao
Grup F - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 03:00 WIB
Netherlands
Belanda
Live
Japan
Jepang
Grup E - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 06:00 WIB
Ivory Coast
Pantai Gading
VS
Ecuador
Ekuador
Grup F - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 09:00 WIB
Sweden
Swedia
VS
Tunisia
Tunisia
Grup H - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 23:00 WIB
Spain
Spanyol
VS
Cape Verde
Tanjung Verde
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga

Mafia Narkoba Semakin Berani, Pemerintah Tak Boleh Pandang Sebelah Mata

Ketua Komisi VIII DPR Saleh Daulay meminta peredaran narkoba di beberapa kota besar, khususnya di Jakarta, tidak boleh dipandang sebelah mata.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Gusti Sawabi
zoom-in Mafia Narkoba Semakin Berani, Pemerintah Tak Boleh Pandang Sebelah Mata
Tribun Medan / Array A Argus
Kapolresta Medan, Kombes Pol Mardiaz Kusin Dwihananto (baju dinas) saat menangkap salah satu bandar narkoba bersama Kasat Narkoba, Kompol Wahyudi (baju kemeja biru) 
Memuat video…

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Ferdinand Waskita

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA
Ketua Komisi VIII DPR Saleh Daulay meminta peredaran narkoba di beberapa kota besar, khususnya di Jakarta, tidak boleh dipandang sebelah mata.

Pasalnya, para mafia narkoba dinilai semakin berani dan terbuka. Peredarannya tidak lagi di tempat-tempat elit, tetapi sudah membaur di perumahan-perumahan masyarakat biasa. Dengan begitu, akses untuk mendapatkan barang haram itu pun pasti akan lebih mudah.

"Ini sudah sangat mengancam. Pemerintah harus melakukan aksi nyata dalam memberantas peredaran narkoba dan para bandarnya," kata Ketua Komisi VIII DPR Saleh Daulay melalui pesan singkat, Minggu (24/1/2016).

Ia mengatakan BNN yang menjadi tulang punggung pemberatasan narkoba dinilai tidak bisa sendirian. Badan tersebut harus mendapat dukungan dari kementerian lembaga lainnya. Termasuk di antaranya para tokoh masyarakat.

"Guru-guru, dosen, pimpinan perusahaan, bahkan hansip-hansip di kelurahan mesti dilibatkan. Mereka ini kan bersentuhan langsung dengan masyarakat. Setidaknya, mereka bisa diajak untuk bersama-sama melakukan sosialisasi tentang bahaya narkoba," tuturnya.

Sejauh ini, kata Politikus PAN itu, BNN dan aparat kepolisian sudah melakukan banyak hal. Namun kenyataannya, narkoba belum bisa diberantas tuntas. Bahkan belakangan ini terkesan semakin marak.

Rekomendasi Untuk Anda

"Fenomena ini bisa saja menunjukkan bahwa peredaran narkoba jauh lebih besar dibandingkan jumlah aparat penegak hukum kita. Kalau itu betul, Indonesia sudah betul-betul darurat narkoba," tuturnya.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas