Tribun

Baleg DPR Sepakati 40 RUU Masuk Prolegnas 2016

Kesepakatan itu akan dibawa dalam Rapat Paripurna DPR untuk mendapatkan pengesahan

Penulis: Ferdinand Waskita
Baleg DPR Sepakati 40 RUU Masuk Prolegnas 2016
net
Ilustrasi palu hakim 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Badan Legislasi DPR dengan Pemerintah dan DPD menyepakati 40 Rancangan Undang-undang masuk dalam Program Legislasi Nasional (Prolegnas) 2016.

Hal itu disepakati dalam rapat pleno yang digelar di ruang Badan Legislasi (Baleg) DPR, Gedung DPR RI, Jakarta, Senin (25/1/2016).

Kesepakatan itu akan dibawa dalam Rapat Paripurna DPR untuk mendapatkan pengesahan.

"Keputusan hari ini bukan final, karena harus disahkan melalui Rapat Paripurna DPR," kata Ketua Baleg DPR Supratman Andi Agtas.

Ia menjelaskan, Fraksi Partai Gerindra dan PKS memberikan catatan khusus karena keberatan RUU Pengampunan Pajak atau tax amnesty dan RUU revisi UU KPK masuk dalam Prolegnas 2016.

"Fraksi Partai Ferindra saya lihat itu tadi‎ bersama PKS, terutama di Partai Gerindra, itu tidak menyetujui adanya UU Tax amnesty dan UU KPK dimasukan dalam prolegnas 2016," katanya.

Supratman mengungkapkan alasan Partai Gerindra menolak revisi UU KPK masuk ke dalam Prolegnas 2016 karena menganggap Undang-undang yang ada saat ini masih relevan dalam pemberantasan korupsi.

Fraksi Partai Gerindra, katanya, juga menjelaskan jika adanya revisi UU KPK harus diperkuat bukan malah melemahkan.

"Mungkin kita menganggap bahwa khusus UU KPK, itu masih relevan, masih sangat dibutuhkan dalam rangka menangani kejahatan extra ordinary crime ini, itu ya kita butuhkan KPK," imbuhnya.

Ia juga mengatakan Fraksi Partai Nasdem memberikan catatan khusus karena Prolegnas 2016 tidak memasukkan RUU Otonomi Khusus Papua.

Halaman
12
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas