Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

DPR Dinilai Tepat Kurangi Anggaran ke Luar Negeri Senilai Rp139 Miliar

Kunjungan luar negeri yang dipangkas tersebut menghemat anggaran sebesar Rp139 Miliar.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Johnson Simanjuntak
zoom-in DPR Dinilai Tepat Kurangi Anggaran ke Luar Negeri Senilai Rp139 Miliar
NET
Uchok Sky Khadafi 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pimpinan DPR memutuskan mengurangi anggaran kunjungan keluar negeri untuk menggenjot kinerja legislasi.

Kunjungan luar negeri yang dipangkas tersebut menghemat anggaran sebesar Rp139 Miliar.

Direktur Direktur Center for Budget Analysis, Uchok Sky Khadafi mengapresiasi keputusan pimpinan DPR tersebut.

Adanya pengurangan biaya kunjungan kerja ke luar negeri ini, kalau bagi saya, ini terobosan mengagumkan. Karena DPR akan kembali fokus ke pembahasan RUU," kata Uchok di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (28/1/2016).

Uchok mengatakan selama ini kinerja anggota dewan memang tidak seimbang. Sebab, mereka lebih banyak
berada di luar kota dan luar negeri dibanding membuat UU di Jakarta.

Uchok mengatakan seharusnya DPD RI yang banyak berada di luar kota sebab ditugaskan mengawasi pembangunan di daerah.

"Jadi selama ini tugas DPD itu diambil alih DPR karena justru mereka yang banyak di luar kota," katanya.

Rekomendasi Untuk Anda

Dengan anggaran kunjungan kerja ke luar negeri dikurangi Rp139 Miliar, kata Uchok, maka DPR akan kembali ke habitat mereka, yakni membahas RUU.

Uchok menilai, dari 40 RUU di Prolegnas Prioritas 2016, setidaknya 50 persen akan bisa selesai kalau dikurangi kunjungan keluar negeri.

"Jujur saja, kelihatannya DPR selama ini paling malas rapat di ruangan. Tapi kalau diajak jalan-jalan, wajahnya langsung pada senang. Kalau rapat pada bete mukanya," kata Uchok.

"Maka Pimpinan DPR sudah benar. Mereka memang harus dipaksa seperti itu untuk kembali bekerja. Dengan dikurangi Rp130-an miliar itu, artinya dipaksa kembali bekerja. Di 2015, mereka kan kurang bekerja keras dan terbukti hasilnya jelek. RUU saja cuma sedikit sekali yang berhasil selesai dibahas," katanya.‎

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas