Tribun

PKS Agar Terbuka Kemukakan Alasan Untuk Mengganti Fahri Hamzah

Siti Zuhro menyarankan PKS untuk terbuka terkait isu pecopotan Wakil Ketua DPR, Fahri Hamzah.

Penulis: Johnson Simanjuntak
PKS Agar Terbuka Kemukakan Alasan Untuk Mengganti Fahri Hamzah
Tribunnews.com/Amriyono Prakoso
Peneliti LIPI SIti Zuhro 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pengamat Politik dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Siti Zuhro menyarankan PKS untuk terbuka terkait isu pecopotan Wakil Ketua DPR, Fahri Hamzah.

Menurutnya, itu penting agar PKS tidak dituding melakukan tindakan semena-mena terhadap kadernya sendiri dan sekedar ingin bersih-bersih dari orang-orang sisa rezim lama.

“Menurut saya, PKS harus bisa lebih terbuka mengenai isu pergantian Fahri Hamzah. Kalau memang dikatakan Fahri melanggar aturan, aturan mana yang dia langgar, apakah UU, AD/ART partai atau aturan yang mana? Ini penting agar PKS tidak dituduh melakukan tindakan semena-mena terhadap Fahri,” ujar Siti di Jakarta, Senin (1/2/2016).

PKS  juga harus terbuka, jika Fahri dianggap terlalu kontroversial dan kerap menimbulkan kegaduhan.

PKS, kata Siti harus bisa menjelaskan secara jujur bahwa memang kegaduhan yang kerap dibuat oleh Fahri itu merugikan PKS sehingga tidak ada jalan lain kecuali mencopot sang pembuat gaduh dari jabatannya.

“Kalau memang alasan pencopotan Fahri karena dianggap kerap melakukan kegaduhan dan merugikan partai, sehingga misalnya membuat suara PKS menurun, itu harus diungkapkan. Alasan ini tentunya akan bermasalah, jika kemudian terbukti justru kegaduhan-kegaduhan yang dibuat Fahri ternyata malah menguntungkan PKS dan membuat suara PKS naik,” katanya.

Menurut Siti, boleh saja rezim yang berkuasa di PKS saat ini memiliki kebijakan untuk mengganti kader-kader yang dekat dengan rezim penguasa terdahulu, namun menurutnya hal itu tetap harus dengan cara yang baik.

Dirinya melihat wajar saja jika kini Fahri menolak untuk diganti kalau alasan yang dikenakan karena dianggap melanggar aturan dan etika.

“Kalau alasannya karena dari hasil evaluasi, Fahri dianggap memiliki kinerja yang buruk, tentunya  wajar jika Fahri menanyakan dan menantang PKS untuk menujukkan kesalahan-kesalahannya. Adalah sangat manusiawi, ketika orang disalahkan, dia akan bertanya apa kesalahannya. Mengelola partai tidak bisa bermain politik an sich. Elit PKS yang menginginkan Fahri lengser harus bisa menempatkan diri pada posisi Fahri. Kalau saya yang diperlakukan seperti itu, saya terima tidak? Ini penting agar tidak elit tidak menjadi ignoran. Pencopotan harus dilakukan dengan tetap menjaga sikap saling menghormati,” ujarnya.

Namun demikian Siti pun mengingatkan PKS untuk tidak terbawa arus hanya mengamini saja apapun keputusan pemerintah.

Halaman
12
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas