Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Buwas: Serangan Narkoba, Anak TK Sudah Jadi Korban

Ia menyebutkan para mafia narkoba menyasar anak TK untuk regenerasi pangsa pasar berikutnya dengan dana yang berasal dari mafia narkoba.‎

Buwas: Serangan Narkoba, Anak TK Sudah Jadi Korban
TRIBUNNEWS/HERUDIN
Kepala Badan Nasional Narkotika (BNN) Komjen Pol Budi Waseso saat acara pemusnahan barang bukti di kantor Badan Narkotika Nasional (BNN), Jakarta Timur, Selasa (15/12/2015). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Ferdinand Waskita

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Budi Waseso menegaskan peredaran narkoba sudah memasuki seluruh profesi dan usia.

Bahkan, serangan narkoba sudah menyerang anak TK (taman kanak-kanak).

"Serangan narkoba, anak TK sudah jadi korban," kata Buwas, sapaan akrab Budi Waseso, di ruang rapat Komisi III DPR, Gedung DPR, Jakarta, Kamis (4/2/2016).

Ia menyebutkan para mafia narkoba menyasar anak TK bertujuan menghacurkan negara dan sebuah generasi.

Kemudian adanya upaya regenerasi pangsa pasar berikutnya dengan dana yang berasal dari mafia narkoba.‎

"Bagaimana kalangan TK-SD bisa terkontaminasi lalu addict, jadi calon pasar berikutnya, bandar tahu pengguna karena kerusakan syaraf otak, dan organ tubuh, berdampak pada usia manusia itu. Harus diciptakan pangsa pasar berikutnya, ini pemikiran mafia narkoba," ungkap Jenderal Bintang Tiga itu.

Selain itu, Buwas juga meminta dukungan DPR dalam pembahasan revisi UU Narkotika.

Ia melihat UU yang ada saat ini masih ada celah bagi seseorang untuk berkelit dan berlindung sebagai korban penyalahgunaan narkotika.

"Korban ini tak perlu ditahan, langsung direhabilitasi, padahal pakai uang negara," ujarnya.

Buwas mengakui tempat rehabilitasi narkoba saat ini belum memenuhi standar ditambah kemampuan yang tidak memadai.

Ia menyebut Presiden Joko Widodo berharap BNN dapat merehabilitasi 400 ribu pecandu. Padahal, BNN belum dapat mencapai target melakukan rehabilitasi 100 ribu pecandu.

"Kami hanya bisa 34 ribu. Kalau sekarang (tempat rehabilitasi) kami belum yakin. Hasilnya kejadian yang ada di tempat rehabilitasi ada tiga orang yang masuk lagi, jadi belum efektif," katanya.

Ikuti kami di
Penulis: Ferdinand Waskita
Editor: Hasiolan Eko P Gultom
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas