Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Bebas Dari Ancaman Hukuman Mati, Li Lin Fei Tak Bisa Pulang Ke Tiongkok

"Setiap persidangan saya nangis, karena memang saya tidak tahu mengenai narkoba tersebut. Saya cuma mau pulang saja, saya kangen sama ibu ayah saya,"

Bebas Dari Ancaman Hukuman Mati, Li Lin Fei Tak Bisa Pulang Ke Tiongkok
Tribunnews.com/ Wahyu Aji
Li Lin Fei 

Dari media sosial seseorang memberikannya nama dan nomor telefon Chen Weibiao, seorang WNA asal China yang diketahui tinggal di Pluit, Jakarta Utara.

"Setelah dapat langsung saya telepon. Aku minta nginap hanya satu hari saja sebelum pulang. Chen Weibiao langsung jawab bisa, ya saya akhirnya ke sana," kata Li Lin Fei saat ditemui wartawan, Rabu (10/2/2016).

Belum lama menginjakkan kaki di kediaman Chen Weibiao, dirinya dikejutkan dengan kedatangan sejumlah anggota Badan Narkotika Nasional (BNN) bersama polisi.

Tidak dapat berbahasa Indonesia saat itu, dia hanya terdiam dan mengikuti semua perintah anggota BNN.

Seiring dengan penyidikan, dia ditahan di dalam sel Kantor BNN hingga akhirnya menjalani sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Utara pada awal Januari 2015.

"Saat ditanya hanya jawab tidak kenal dan tinggal semalam saja. Aku bilang sama hakim hanya mau pulang ke kampung halaman," katanya.

Doa dan harapan disampaikannya hampir setiap malam, karena tuntutan yang disampaikan jaksa penuntut umum (JPU) atas temuan sebanyak 150 kilogram sabu sangat berat, yakni hukuman mati.

Namun, doa yang disampaikannya selama lebih dari setengah tahun itu dikabulkan.

"Setiap persidangan saya nangis, karena memang saya tidak tahu mengenai narkoba tersebut. Saya cuma mau pulang saja, saya kangen sama ibu ayah saya," katanya.

Namun, selepas enam bulan usai diputuskan kembali menjadi orang bebas, nasib Li Lin Fei masih terkatung-katung lantaran izin tinggal dan visa miliknya dinilai telah habis masa berlakunya.

Seiring dengan penahanan paspor miliknya oleh pihak Imigrasi Jakarta Utara, dia tidak mengetahui kapan bisa pulang ke kampung halamannya.

Penulis: Wahyu Aji
Editor: Adi Suhendi
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas