Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Soal Pernyataan SBY, Politikus PDIP Sebut Hukum Alam‎

Memang hukum alam. Ada sebab, ada akibat

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Johnson Simanjuntak
zoom-in Soal Pernyataan SBY, Politikus PDIP Sebut Hukum Alam‎
TRIBUNNEWS/TRIBUNNEWS/LENDY RAMADHAN
Eva Kusuma Sundari 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) merasa dikambinghitamkan dan disalahkan oleh pihak yang tengah berkuasa.

Politikus PDI Perjuangan Eva Kusuma Sundari pun menanggapi pernyataan SBY di twitter.

"Memang hukum alam. Ada sebab, ada akibat, bahwa kondisi saat ini disebabkan tindakan masa lalu," kata Eva melalui pesan singkat, Kamis (18/2/2016).

Eva meminta hal tersebut tidak menjadi isu personal bagi SBY. Sebab kesalahan bersifat sosial.

"Ada kontribusi menteri dan juga partai-partai pendukung termasuk oposisi yang tidak cukup efektif mempengaruhi kebijakan saat itu," kata anggota Komisi XI itu.

Namun, Eva meminta sebaiknya hal itu dicarikan solusi. SBY pun dapat mengusulkan saran sebagai jalan keluar.

Sebelumnya, Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) kembali menyampaikan pernyataan dalam akun twitter pribadinya.

Rekomendasi Untuk Anda

SBY merasa sering disalahkan oleh pihak yang berkuasa saat ini.

"Hingga saat ini, "SBY dan Pemerintahan SBY" masih sering dikambinghitamkan dan disalahkan oleh pihak yang tengah berkuasa *SBY*," tulis SBY lewat twitter, Kamis (18/2/2016).

Ia menulis ‎ berbagai masalah yang sekarang muncul dikatakan warisan pemerintahan SBY. "Atau semuanya akibat kesalahan pemerintahan SBY," katanya.

Apalagi, sikap‎ dan pernyataan yang menyalahkan SBY, katanya, juga datang dari mereka yang dulu pernah bertugas bersamanya di pemerintahan

"Saya harap yang dulu pernah bertugas bersama saya agar SABAR. Jika dulu (10 tahun) kita bisa bersabar, Insya Allah sekarang pun bisa. *SBY*," tulisnya.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas