Jusuf Kalla Sebut Hajriyanto Cocok Jadi Ketua SC
Namun menurutnya yang dipilih sebagai ketua SC, harus lah orang yang tepat.
Editor:
Johnson Simanjuntak
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pemilihan Ketua Steering Comitee (SC) Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) Partai Golkar, sepenuhnya adalah kewenangan pengurus Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar.
Mantan Ketua Umum DPP Partai Golkar yang kini menjabat Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla, menyerahkan sepenuhnya keputusan tersebut kepada para pengurus partai berlambang pohon beringin itu.
Namun menurutnya yang dipilih sebagai ketua SC, harus lah orang yang tepat.
Pasalnya dalam munaslub tersebut akan dipilih ketua baru, yang akan mengukuhkan penyelesaian konflik internal partai.
"Di Golkar banyak teman-teman yang mampu dan mungkin Hajriyanto(Tohari) itu dianggap lebih netral, bagus, orangnya pintar," ujar Jusuf Kalla, kepada wartawan, di kantor Wakil Presiden, Jakarta Pusat, Senin (29/2/2016).
Dukungan agar Hajriyanto menjadi ketua SC, disuarakan sejumlah kader di antaranya Ace Hasan Syadzily.
Selain Hajriyanto yang merupakan mantan Wakil Ketua DPR itu, juga muncul nama Nurdin Halid, yang sudah sempat dibahas oleh Pengurus DPP Partai Golkar.
Saat ditanya apakah ia tidak setuju dengan pencalonan Nurdin, Jusuf Kalla mengaku tidak bisa menentukan.
Karena ia tidak memiliki kewenangan untuk menunjuk siapa yang pantas dipilih.
"Saya bukan setuju atau tidak setuju, saya tidak punya hak setuju atau tidak setuju," katanya.