Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Golkar Semakin Kehilangan Simpati Publik Jika Terbukti Politik Uang di Munas

Apalagi partai Golkar adalah partai besar yang sangat menentukan warna politik di negeri ini.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Johnson Simanjuntak
zoom-in Golkar Semakin Kehilangan Simpati Publik Jika Terbukti Politik Uang di Munas
TRIBUNNEWS.COM/TRIBUNNEWS.COM/LENDY RAMADHAN
Sebastian Salang 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Saling serang antar calon ketua umum Partai Golkar masih sebatas dinamika politik antar Kader partai beringin itu.

Menurut Pengamat politik dari Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (Formappi) Sebastian Salang, belum ada yang dinilai berlebihan atau melewati batas.

"Di era keterbukaan saat ini, dinamika seperti itu sulit dielakkan," kata Sebastian kepada Tribun, Jumat (4/3/2016).

Apalagi partai Golkar adalah partai besar yang sangat menentukan warna politik di negeri ini.

"Saya justru melihat dinamika seperti itu sebagai sesuatu yang positif," ujarnya.

Karena menurutnya, sesama calon saling mengingatkan agar bermain fair, menghindari politik transaksi, politik uang dan berbagai permainan kotor lainnya.

Namun, dia mengingatkan, bahwa Golkar akan semakin kehilangan simpati publik jika pada munas ini para calonnya melakukan politik uang untuk mendapat dukungan.

Rekomendasi Untuk Anda

Lebih lanjut menurutnya, saatnya kader Golkar berpikir serius untuk menemukan pemimpin partai yang punya integritas, dapat diterima semua faksi dan tidak memiliki cacat politik atau hukum.

"Karena tanggungjawab ketua baru nanti cukup berat untuk mengkonsolidasi semua potensi partai yang tercerai berai selama ini karena konflik," katanya.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas