Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Hidayat Nur Wahid Usul Dibentuk Detasemen Antinarkoba

"Menurut data dari BNN (Badan Narkotika Nasional) setiap hari 40 - 50 orang meninggal akibat narkoba. Kerugian negara mencapai Rp 63 triliun. Narkoba

Hidayat Nur Wahid Usul Dibentuk Detasemen Antinarkoba
Hidayat Nur wahid 

 Laporan Wartawan Tribunnews.com, M Zulfikar

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - ‎Wakil Ketua MPR RI, Hidayat Nur Wahid mengatakan, Narkoba sudah menjadi teror untuk bangsa Indonesia.

Bahkan menurutnya, Narkoba lebih berbahaya dibanding terorisme.

"Menurut data dari BNN (Badan Narkotika Nasional) setiap hari 40 - 50 orang meninggal akibat narkoba. Kerugian negara mencapai Rp 63 triliun. Narkoba ini merupakan persoalan besar," kata Hidayat di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (7/3/2016).

Menurut politikus PKS itu, bahaya Narkoba sudah menjadi teror dan terorisme.

Narkoba sudah menyasar anak SD bahkan taman kanak-kanak.

Untuk itu MPR beberapa waktu lalu mengadakan pertemuan dengan BNN dengan maksud memberi dukungan kepada BNN.

"Kita ingin BNN seperti KPK, bahkan lebih kuat dari KPK," katanya.

Hidayat pun setuju bila BNN membentuk datasemen Antinarkoba.

"Saya sangat setuju dengan pembentukan detasemen antinarkoba. Kalau tidak diperangi, saya tidak bisa membayangkan Indonesia akan seperti apa nanti," ujarnya.

Hidayat menambahkan pusat narkoba masih berada di kawasan Asia Tenggara terutama daerah segitiga emas.

Daerah tersebut meliputi perbatasan antara Thailand, Myanmar, dan Laos.

"Apalagi dengan MEA ini, Indonesia sangat terbuka. Narkoba bisa masuk melalui Malaysia," ujarnya.

Penulis: Muhammad Zulfikar
Editor: Adi Suhendi
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas