Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Polri Bantah Terduga Teroris Asal Klaten Tewas Saat Diperiksa Densus 88

Siyono ditangkap pada Rabu (9/3/2016), kemudian dibawa untuk dimintai keterangan pada Kamis (10/3/2016).

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Polri Bantah Terduga Teroris Asal Klaten Tewas Saat Diperiksa Densus 88
Surya/Aflahul Abidin
Densus 88 Antiteror 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Mabes Polri membantah Siyono, terduga teroris yang ditangkap di Dusun Brengkuan, Desa Pogung, kecamatan Cawas, Klaten, Jawa Tengah pada Jumat (11/3/2016) kemarin tewas saat pemeriksaan oleh anggota Densus 88 Antiteror Polri.

Siyono ditangkap pada Rabu (9/3/2016), kemudian dibawa untuk dimintai keterangan pada Kamis (10/3/2016).

Bahkan kediamannya yang digunakan untuk ‎TK bernama Roudatul Athfal terpatu (RAT) Amanah Ummah ikut digerebek.

Akibat penggerebekan ini, puluhan anak TK menangis ketakutan.

Baca Berita Terkait : Bawa Senjata, Densus 88 Geledah Sekolah TK di Klaten, Muridnya Ketakutan Lalu Sembunyi dan Menangis

Sehingga kegiatan belajar mengajar terpaksa dihentikan dan murid dipulangkan.

"Penangkapan pada yang bersangkutan merupakan pengembangan dari terduga sebelumnya inisial T alias AW. Yang bersangkutan ditangkap karena membawa senpi dan setelah diperiksa dia mengaku senpi sudah diserahkan ke orang lain," ucap Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri, Brigjen Agus Rianto dalam pesan singkatnya, Sabtu (12/3/2016) malam.

Rekomendasi Untuk Anda

Lalu dengan pengawalan ketat, Siyono dibawa pengembangan ke sebuah lokasi yang menurut pengakuannya di lokasi itu ia memberikan dua pucuk senpi ke seseorang.

Namun saat tiba di lokasi, Siyono tidak bisa menunjukkan rumah orang yang dia maksud.

Karena dua jam melakukan pencarian tanpa hasil, akhirnya Siyono kembali dibawa tim Densus 88.

Dalam perjalanan, Suyono melakukan perlawanan bahkan menyerang anggota yang mengawal.

Hingga berujung pada perkelahian di dalam mobil.

"Setelah ada perkelahian, situasi dapat dikendalikan kembali‎. Dia (Suyono) tampak kelelahan dan lemas. Lalu anggota membawanya ke RS Bhayangkara Jogya untuk diberi pertolongan," tegas jenderal bintang satu itu.

Ternyata nyawa Suyono tidak bisa tertolong dan meninggal dunia di rumah sakit.‎

Selanjutnya jenazah dibawa ke RS Polri Kramatjati, Jakarta Timur.

Dan pada Sabtu (12/3/2016) pukul 15.30 WIB, jenazah diserahkan ke pihak keluarga.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas