Fahri Hamzah: Harusnya Pak Jokowi Tidak Perlu Ngomong Soal Hambalang
Fahri mengatakan kasus Hambalang sudah diproses KPK melalui operasi tangkap tangan (OTT).
Penulis:
Ferdinand Waskita
Editor:
Johnson Simanjuntak
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah menilai Presiden Joko Widodo tak perlu mengungkapkan ke publik proyek P3SON (Pusat Pendidikan, Pelatihan dan Sekolah Olahraga Nasional) di Hambalang akan diteruskan.
"Seharusnya Pak Jokowi enggak usah ngomong, seharusnya langsung dikerjakan saja. Hasil kajian lengkap ini," kata Fahri di Gedung DPR, Jakarta, Senin (21/3/2016).
Fahri mengatakan kasus Hambalang sudah diproses KPK melalui operasi tangkap tangan (OTT).
Politikus PKS itu menilai pemerintah harus menghitung kerugian negara terkait proyek tersebut.
"Kalau ada yang berani menghitung ongkos melanjutkan pembangunan lebih murah harus di teruskan. Tapi yang lebih penting adalah kenapa ini lama mangkrak," katanya.
Menurut Fahri, proyek tersebut tidak boleh dihentikan. Sebab, kesalahan tersebut berasal dari perbuatan orang per orang.
"Tidak ada yang salah terhadap bangunannya. Kenapa ini mengambil tiga tahun sehingga nilai barangnya turun terjadi depresiasi bangunan, mebel dan lainnya," ujarnya.
Politikus PKS itu menuturkan seharusnya semua pihak tidak berpuas ketika KPK menangkap seseorang terkait suatu proyek.
Terpenting, proyek tersebut tetap dilanjutkan agar tidak mangkrak.
"Jadi seolah-olah kita merasa sudah puas bahwa sudah ada yang ditangkap hasilnya rusak tidak apa-apa. Jadi mangkrak ini sudah berada di otak kita ini, yang penting tangkap-tangkap ini merasa puas. Ini republik mangkrak," ujarnya.
Mengenai adanya anggapan bahwa Presiden Joko Widodo dan Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) saling sindir mengenai Hambalang, Fahri enggan berkomentar.
"Saya tidak tahu lah, itu urusan mereka saja," katanya.
Baca tanpa iklan