Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Budi Waseso Tiba-tiba Minta Stafnya Buka Penutup Kepala Pengedar Narkoba

"Buka saja, biar masyarakat tahu," ujar Budi Waseso.

Budi Waseso Tiba-tiba Minta Stafnya Buka Penutup Kepala Pengedar Narkoba
Tribunnews.com/Nurmulia Rekso
Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN), Budi Waseso, menunjukan handphone yang di modifikasi dengan antena penguat sinyal, milik bandar narkoba. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -  Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Budi Waseso tiba-tiba meminta anak buahnya untuk membuka penutup muka yang dikenakan para tersangka pengedar narkoba.

Kejadian itu berlangsung saat Budi Waseso menggelar konferensi pers soal pengungkapan jaringan pengedar narkoba yang dikendalikan dari dalam penjara, yang digelar di kantor BNN, Cawang, Jakarta Timur, Senin (28/3/2016).

"Buka saja, biar masyarakat tahu," ujarnya.

Saat itu ada delapan tersangka, termasuk seorang sipir lembaga pemasyarakatan (lapas) Pamekasan bernama Mohammad Sahri, dan sepasang suami istri.

Selain pasangan suami istri tersebut, para tersangka semuanya mengenakan Balaclava atau sebo berwarna hitam.

Atas perintah Budi Waseso atau yang akrab dipanggil Buwas itu, para petugas BNN yang mengawal para tersangka langsung melepaskan penutup wajah yang dikenakan para anggota jaringan pengedar narkoba itu.

Setelah penutup wajah mereka dilepas, Buwas lalu melanjutkan pernyataannya dengan mengatakan, "Justru kalau kamu dianu, biar dibunuh masyarakat, jangan saya, ini ganteng ganteng semua kan, ada yang cantik satu,"

Buwas juga menunjukan ke wartawan, mana diantara para tersangka itu yang bernama Mohamad Sahri.

Sipir yang terlibat jaringan narkotika itu pun hanya terdiam sembari menatap ke arah kerumunan wartawan, saat ditunjuk Buwas.

Editor: Hasanudin Aco
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas