Tribun

Pilgub DKI Jakarta

Ahok Tinggalkan Parpol Bukan Berarti Partai Lawan Ahok

Hidayat juga membantah elektabilitas Ahok tidak dapat ditandingi.

Penulis: Ferdinand Waskita
Editor: Johnson Simanjuntak
Ahok Tinggalkan Parpol Bukan Berarti Partai Lawan Ahok
IBUNNEWS.COM/IBUNNEWS.COM/LENDY RAMADHAN
Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) sedang memberikan keterangan kepada para awak media, tentang dukungan Partai Nasional Demokrat (Nasdem) kepadanya di Pilkada DKI Jakarta 2017, usai menghadiri Pelantikan Pengurus Partai Nasdem Se-DKI Jakarta, yang digelar di Istora Senayan, Jl. Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat, Minggu (20/3/2016). TRIBUNNEWS.COM/LENDY RAMADHAN 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Partai Keadilan Sejahtera memiliki opsi mengusung sendiri dan berkoalisi dengan partai lain di Pilkada DKI Jakarta.  

Hal tersebut dikatakan Wakil Ketua Majelis Syuro PKS Hidayat Nur Wahid di JCC, Jakarta, Rabu (30/3/2016).

Hidayat mengakui pihaknya harus berkoalisi dengan partai lain.

PKS merupakan partai urutan ketiga di DKI Jakarta dengan perolehan 12 kursi.

Wakil Ketua MPR itu menuturkan PKS telah menjalin komunikasi yang baik dengan partai politik lainnya.

"Komunikasi ke PDIP sangat baik, Partai Gerindra sangat baik, PAN dan Golkar juga. Jadi, kami menghormati calon independen, tapi kami tidak mendukung calon independen karena kami partai politik jadi harus mengusung kader-kader atau melakukan koalisi," katanya.

Hidayat pun membantah anggapan partai politik bersatu untuk melawan Ahok di Pilkada DKI Jakarta.

Wacana tersebut menguat dikarenakan Ahok maju melalui jalur independen di Pilkada 2017.

Menurut Hidayat, pihaknya akan berkompetensi secara sehat dalam ruang demokrasi. 

"Wacana calon independen terus kemudian seolah-olah bersatu melawan Ahok menjadi musuh bersama, ya nggak lah,"ujarnya. 

Halaman
12
Ikuti kami di
Klub
D
M
S
K
GM
GK
-/+
P
© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas