Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Reshuflle Kabinet

Presiden Jokowi: Reshuffle Jangan Didorong-dorong, Fokus Kerja Saja

Presiden meminta seluruh pihak untuk tidak mengintervensi keputusan mengenai jadi atau tidaknya perombakan kabinet.

Presiden Jokowi: Reshuffle Jangan Didorong-dorong, Fokus Kerja Saja
Harian Warta Kota/henry lopulalan
INTERNASIONAL SUMMIT - Presiden Joko Widodo berjalan untuk menemui Rais Aam Nahdlatul Ulama dan petinggi Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Pertemuan dilakukan di Istana Merdeka, Jalan Medan Merdeka Utara, Gambir, Jakarta Pusat, Kamis (31/3/2016). Mereka melaporkan bahwa NU akan mengadakan international summit of the moslem moderate leader, yaitu pemimpin2 islam moderat seluruh dunia yang berlangsung pada tanggal 9 mei dan akan dihadiri antara 40-60 negara. Warta Kota/henry lopulalan 

Tribunnews.com, Jakarta - Presiden Joko Widodo meminta seluruh menteri untuk fokus mengerjakan tugas kerjanya di tengah isu perombakan (reshuffle) Kabinet Kerja.

"Semuanya fokus kerja dulu, tidak usah ada yang dorong-dorong, tidak usah," kata Jokowi ditemui di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta, Minggu (3/4/2016) malam.

Presiden meminta seluruh pihak untuk tidak mengintervensi keputusan mengenai jadi atau tidaknya perombakan kabinet.

"Tidak ada yang dikte-dikte, apalagi," ucap Presiden saat ditanya mengenai isu perombakan kabinet.

cWacana perombakan kabinet mencuat setelah Presiden Jokowi menemui sejumlah tokoh partai politik hingga kalangan pengusaha. Mereka di antaranya yakni Ketua Umum Partai Hanura Wiranto, Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh, dan Sekretaris Jenderal PPP M. Romahurmuziy.

Ada pula mantan Menteri Perdagangan pada masa pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono, M. Lutfi, bos Mahaka Grup Erick Tohir, hingga Ketua Komite Ekonomi dan Industri Nasional (KEIN) Soetrisno Bachir.

Sebelumnya, Staf Presiden Bidang Komunikasi Johan Budi mengatakan "reshuffle" adalah hak prerogatif Presiden dan Presiden mengevaluasi menterinya tidak pada satu titik dan pada satu waktu saja.

Ikuti kami di
Editor: Gusti Sawabi
Sumber: Kompas.com
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas