Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Fadli Zon: Kasus Siyono Tamparan Keras Bagi Polri

Siyono diduga tewas akibat pukulan benda tumpul di seluruh tubuh dan terutama di bagian dada.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Johnson Simanjuntak
zoom-in Fadli Zon: Kasus Siyono Tamparan Keras Bagi Polri
TRIBUNNEWS/HERUDIN
Ketua PP Muhammadiyah Busyro Muqoddas (kiri) bersama dua Komisioner Komnas HAM Siane Indriani (kedua kiri) dan Hafid Abbas (ketiga kiri) menjelaskan hasil autopsi jenazah terduga teroris asal Klaten, Siyono di Kantor Komnas HAM, Jakarta, Senin (11/4/2016). Hasil autopsi diantaranya yaitu sebelumnya belum pernah dilakukan autopsi terhadap jenazah dan kematian Siyono disebabkan benda tumpul yang dibenturkan ke bagian rongga dada hingga membuat tulang dada patah ke arah jantung. TRIBUNNEWS/HERUDIN 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Wakil Ketua DPR Fadli Zon menghargai langkah Muhammadiyah melakukan otopsi terhadap jasad Siyono.

Siyono diduga tewas akibat pukulan benda tumpul di seluruh tubuh dan terutama di bagian dada.

"Ini menjadi tamparan bagi kepolisian, Densus 88 bagaimana terjadi pelanggaran," kata Fadli di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (12/4/2016).

Ia mengatakan adanya dugaan pelanggaran bila seseorang ditahan kemudian meninggal.

Untuk itu, Politikus Gerindra itu meminta kepolisian melakukan sidang etik terhadap perkara Siyono.

Fadli menilai kejadian tersebut membuat Densus 88 melakukan pembenahan serta sanksi berat bagi anggota yang melanggar.

"Satu orang aja kita permasalahkan bertahun-tahun, ini sebegitu banyak. Era reformasi tekankan HAM, pelanggaran HAM sekarang dianggap biasa saja," tuturnya.

Rekomendasi Untuk Anda

Sementara, Politikus PAN Teguh Juwarno menilai hasi otopsi Siyono mengejutkan karena tewas akibat tindakan kekerasan.

Ia pun meminta kinerja Densus dievaluasi.

"Ini jadi catatan kita. Anak bangsa mati tanpa melalui forum pengadilan. Janganlah terjadi Ibu Suratmi (istri Siyono) yang anaknya kecil-keci. Harus evaluasi kerja Densus," ujarnya.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas