Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Konflik PKS

Fahri Hamzah: Karena Gaya dan Mulut Saya Bisa Meraih Suara Terbanyak di PKS

Dirinya pun tidak mengerti mengapa PKS justru alergi jika kadernya kritis.

Fahri Hamzah: Karena Gaya dan Mulut Saya Bisa Meraih Suara Terbanyak di PKS
Kompas.com
Fahri Hamzah. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Wakil Ketua DPR, Fahri Hamzah mengatakan dirinya tidak pernah merasa sakit hati jika ada kader-kader PKS menuding dirinya  tidak patuh pada pimpinan partai.

Menurutnya, perlawanannya terhadap para pimpinan PKS saat ini semata-mata karena ingin menjadi juru bicara agar seluruh masyarakat termasuk para kader PKS memahami apa yang menjadi hak, kewajiban baik sebagai warga neara maupun kader.

“Marilah kita menari indah, saya ingin menjadi semacam juru bicara agar kita semua memahami apa sebenarnya yang menjadi hak dan kewajiban baik sebagai warga negara maupun kader jika bergabung dalam partai. Saya harap masyarakat dan generasi baru di PKS nanti bisa lebih terbuka,” ujar Fahri di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (12/4/2016).

Fahri menilai keputusan terkait dirinya diambil sangat tertutup dan dirinya sama sekali tidak pernah diminta klarfikasi sebelum diambil keputusan dan bahkan upayanya untuk mendapatkan klarifikasi pun tidak pernah diindahkan.

”Keputusan pemecatan seharusnya dibacakan didepan orang yang bersangkutan. Kepada saya mereka hanya mengirim surat keputusan lewat kurir saja. Mentalitas tertutup seperti ini memunculkan kecurigaan,” ujarnya.

Mentalitas yang tertutup berlebihan seperti ini pun menurutnya yang membuat  orang akan mencurigai apapun yang dilakukan PKS.

Dia pun membandingkan zaman Presiden PKS, Anis Matta yang menganggap rileks semua benturan yang terjadi diantara kader.

Semua bisa diselesaikan dengan dialog. “Sekarang yang terjadi tidak ada dialog, tiba-tiba saja jadi delik,” ujarnya.

Terkait sikap banyak kader PKS yang patuh membabi buta terhadap para pimpinan karena sistem di PKS melalui pendidikan pengajian atau liqo yang memang mengajarkan seperti itu, Fahri tidak mau menyalahan sistem itu.

“Tidak ada yang salah dengan sistem itu. Pimpinan partai yang salah  membaca dan melangkah,” katanya.

Halaman
123
Ikuti kami di
Penulis: Johnson Simanjuntak
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas