Geser ke atas / tap '✖' untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Nikmati berita interaktif dan LIVE report 24 jam hanya di TribunX
DOWNLOAD
Tribun
LIVE ●
tag populer

Azis Syamsuddin Kuda Hitam di Munaslub

Azis dipandang sebagai tokoh intelektual muda Golkar yang berpotensi besar menjadi Ketum Golkar.

Penulis: Johnson Simanjuntak
zoom-in Azis Syamsuddin Kuda Hitam di Munaslub
ist
Azis Syamsuddin 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Azis Syamsuddin mulai ditimbang-timbang secara serius menjadi calon pengganti Aburizal Bakrie alias Ical sebagai Ketua Umum Golkar.

Sekretaris Fraksi Golkar di DPR itu mulai dipandang sebagai tokoh muda alternatif atau calon kuda hitam dalam perebutan jabatan Ketum Golkar pada Munslub tanggal 23 Mei 2016.

"Oleh teman-teman DPD, Azis dipandang sebagai tokoh intelektual muda Golkar yang berpotensi besar menjadi Ketum Golkar. Bekas lawyer ini sosok yang clean and clear sehingga cocok memimpin Golkar ke depan, " kata Wakil Sekjen Golkar versi Munas Bali, Muntazir Hamid kepada wartawan di Jakarta, Minggu (24/4).

Dikatakan Muntazir, sesuai amanah Wapres Jusuf Kalla, Ketum Golkar ke depan harus orang-orang yang bersih, tidak punya indikasi korupsi atau masalah hukum lainnya.

Para kader Golkar di daerah menginginkan, Ketum Golkar terpilih adalah tokoh yang benar-benar tidak punya masalah, karena kalau bermasalah, maka setelah terpilih, maka perkaranya langsung diproses hukum sehingga itu sama saja dengan mengubur Golkar hidup-hidup.

"Teman-teman juga sangat menghormati pesan Pak BJ Habibie bahwa Golkar harus memberi kesempatan kepada kader-kader muda yang cerdas dan cakap untuk jadi ketua umum. Di benak teman-teman, Azis memenuhi syarat apa yang dipesankan Pak JK dan Pak Habibie, " ujar Muntazir.

Bekas Ketua Forum Komunikasi DPD I Golkar se-Indonesia ini yakin Azis punya elektibilitas yang tinggi dan semangat untuk mengabdi kepada Golkar secara total.

Rekomendasi Untuk Anda

"Kita lihat, Azis itu organisatoris, bukan pengusaha yang banyak kepentingan. Ketika juga mencatat, ketika terjadi dualism kepengurusan di Golkar, Azis punya peran yang besar untuk membela Golkar," ujar Muntazir.

Politisi Golkar asal Aceh ini berharap, agar para pengurus Golkar tingkat II tidak usah takut terhadap intimidasi yang dilakukan oleh pimpinan DPD-DPD Golkar tingkat I agar menjauhi Azis Syamsuddin.

Muntazir juga menghimbau agar Pimpinan DPD I tidak memaksakan kehendak kepada DPD II.

"Kita berharap teman-teman DPD II tidak takut menghadapi ancaman yang mengebiri demokrasi di Golkar. Kita juga memohon agar Pak Aburizal membendung pemaksaan-pemaksaan yang membunuh demokrasi ini," ujarnya.

Muntazir pun memastikan bahwa ada beberapa DPD I Golkar yang mulai gencar mengintimidasi dan menggiring DPD II untuk memilih calon tertentu.

Ancamannya, kalau para pengurus DPD II tidak mau menuruti kemauannya, maka karier politiknya akan diganjal.

Misalnya, dia (DPD I Golkar, red) tidak akan memberikan izin untuk mencalonkan diri sebagai bupati atau walikota.

"Ada beberapa Pimpinan DPD II yang curhat sama saya, bahwa mereka diintimidasi secara halus oleh DPD II agar tidak pilih Azis Syamsuddin. Jadi, saya hanya menyampaikan apa yang terjadi secara apa adanya. Soal siapa yang curhat dan DPD I mana yang tebar ancaman, belum saatnya kita buka," kata Muntazir.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Atas