Alasan Idrus Marham Mengundurkan Diri Dari Bursa Calon Ketua Umum Golkar
"Setelah saya pertimbangkan, saya Sekjen 6,5 tahun dengan pengabdian dan pengorbanan yang ada. Saya berkesimpulan tidak perlu maju karena teman-teman
Penulis: Muhammad Zulfikar
Editor: Adi Suhendi
Laporan Wartawan Tribunnews.com, M Zulfikar
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Idrus Marham mengundurkan diri dari bursa bakal calon ketua umum Partai Golkar.
Idrus mengaku memiliki alasan mengapa ia tidak ikut bertarung dalam Munaslub Golkar yang akan digelar akhir bulan ini.
"Setelah saya pertimbangkan, saya Sekjen 6,5 tahun dengan pengabdian dan pengorbanan yang ada. Saya berkesimpulan tidak perlu maju karena teman-teman sudah cukup banyak (yang maju)," kata Idrus di Gedung DPP Golkar, Jakarta, Senin (2/5/2016).
Idrus menuturkan dirinya menyerahkan gagasan kepada seluruh seluruh bakal calon Ketum yang dituangkan melalui sebuah buku meskipun tidak ikut dalam pencalonan ketua umum Golkar.
Menurutnya, ia menuangkan gagasan terhadap Golkar melalui tiga judul buku yang berbeda.
"Semua buku itu saya dedikasikan, wakafkan kepada Partai Golkar dan kepentingan saya satu siapa pun yang terpilih gagasan itu bisa dilaksanakan," tuturnya.
Masih kata Idrus, baginya berpartai tidak harus duduk pada posisi formal dan dalam berpartai hendaknya berjuang untuk cita-cita dan ideologi.
Dikatakannya, seluruh kader Partai Golkar, hendaknya tidak hanya larut dalam perebutan posisi tetapi yang penting bagaimana perdebatan konseptual yang ditandai gagasan harus didedikasikan buat Partai Golkar.
"Berpartai tidak harus pada posisi. Kita tidak ingin kalau hanya berlomba untuk menjadi Ketum. Yang terpenting berlomba merenungkan gagasan kepada Partai Golkar," katanya.