Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Isu Dukungan Pemerintah, Golkar Rawan Dikendalikan

Pemerintah berkepentingan untuk menjadikan Golkar tetap mendukung pemerintahan Joko Widodo.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Johnson Simanjuntak
zoom-in Isu Dukungan Pemerintah, Golkar Rawan Dikendalikan
TRIBUNNEWS/HERUDIN
Ketua steering committee Munaslub Partai Golkar Nurdin Halid berbicara pada acara pengambilan nomor urut di kantor DPP Partai Golkar, Jakarta, Sabtu (7/5/2016). Nomor urut tersebut akan digunakan oleh calon ketua umum pada saat pemilihan di acara Munaslub Partai Golkar di Bali pada 15 Mei mendatang. TRIBUNNEWS/HERUDIN 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Pengamat politik dari Universitas Padjadjaran Idil Akbar menilai isu dukungan salah satu menteri berpotensi membuat Golkar dikendalikan.

Apalagi, kata Idil, jika Setya Novanto nantinya terpilih menjadi ketua umum.

"Bahasa mengendalikan ini memang diduga lebih cenderung akan dilakukan pemerintah jika Novanto menjadi Ketua Umum Golkar, dan saya kira transaksi kasus dengan perlindungan dari pemerintah itulah yang terjadi di balik isu dukungan," ujar Idil, Selasa (10/5/2016).

Idil mengatakan, Pemerintah berkepentingan untuk menjadikan Golkar tetap mendukung pemerintahan Joko Widodo.

Sehingga, lanjutnya, ada dugaan mantan Ketua DPR RI itu gencar melakukan komunikasi dengan Luhut jika dikaitkan dengan isu Novanto dapat dukungan pemerintah.

“Di antara semua calon, baru Setnov yang berusaha mencari dan memastikan dukungan pemerintah. Menurut saya yang mungkin jadi pertimbangan adalah bahwa Golkar akan cenderung menjadi partai strategis yang diposisikan sebagai penyeimbang penting di dalam pemerintahan,” kata Idil.

Pihak Istana dan Luhut pun telah membantah kabar bahwa dirinya mengatasnamakan Pemerintah untuk mendukung Novanto menjadi Ketua Umum Partai Golkar kemarin.

Rekomendasi Untuk Anda
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas