Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Hal yang Lazim Ketua Umum Golkar Rangkap Jabatan

Ari Junaedi mengatakan, rangkap jabatan antara ketua umum Golkar dengan pimpinan lembaga negara adalah lumrah.

Editor: Rachmat Hidayat
zoom-in Hal yang Lazim Ketua Umum Golkar Rangkap Jabatan
NET

 TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pengamat politik dari Universitas Indonesia (UI) , Ari Junaedi mengatakan, rangkap jabatan antara ketua umum Golkar dengan pimpinan lembaga negara adalah lumrah.

Namun, menurutnya memang ada pihak yang sengaja terus menggoreng isu rangkap jabatan untuk menyudutkan Ade Komarudin yang kini ketua DPR.

Ari mengatakan, Golkar sebenarnya punya sejarah panjang ketika memiliki ketua umum yang merangkap sebagai pimpinan lembaga negara.

Misalnya, Wahono dan Harmoko yang menjadi ketua MPR/DPR sekaligus memimpin Golkar di era Orde Baru.

Bahkan, pasca-reformasi ada Akbar Tanjung yang merangkap jabatan ketua DPR dengan ketua umum Golkar.

"Sejarah mencatat Golkar telah sukses menempatkan Wahono, Harmoko dan Akbar Tandjung sebagai ketua DPR takkala mereka tengah menduduki jabatan sebagai ketua umum Golkar," kata Ari, Rabu (11/5/2016).

Pengajar Program S1 dan S2 UI ini juga menambahkan, tantangan yang dihadapi Golkar saat ini memang berbeda dibandingkan era-era sebelumnya.

Rekomendasi Untuk Anda

Ari kemudian mengingatkan tentang raihan suara Golkar terus turun setelah sempat menjadi jawara pada Pemilu 2004.

Menurutnya, kondisi itu merupakan pertanda tentang pentingnya Golkar memiliki figur ketua umum yang tidak bermasalah dan serius mengurus partai.

"Ingat, raihan suara Golkar yang terus merosost dari pemilu ke pemilu harus menjadi alarm kebangkitan bagi Golkar," tegasnya.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas