Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

TB Hasanuddin: Pembebasan Empat WNI Bukti Negara Hadir di Masyarakat

Keberhasilan pemerintah menyelamatkan warga negaranya yang disandera kelompok militan Abu Sayyaf, menjadi bukti, negara hadir.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Rachmat Hidayat
zoom-in TB Hasanuddin: Pembebasan Empat WNI Bukti Negara Hadir di Masyarakat
ISTIMEWA
Politikus PDI Perjuangan Tubagus Hasanuddin 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA- Keberhasilan pemerintah Republik Indonesia menyelamatkan warga negaranya yang disandera kelompok militan Abu Sayyaf, menjadi bukti, negara hadir di tengah masyarakat saat sedang menghadapi persoalan.

Hal ini dikatakan Wakil Ketua Komisi I DPR-RI, Tubagus (TB) Hasanuddin seraya menegaskan, pembebasan empat warga negara Indonesia (WNI) oleh pemerintah kali ini patut mendapat apresiasi.

Terlebih, lanjutnya, dalam drama pembebasan itu tidak ada pihak lain yang mengklaim paling berjasa.

"Saya apresiasi, karena dalam pembebasan keempat sandera kali ini tidak ada pihak lain yang mengklaim paling berjasa. Itu menunjukkan bahwa pemerintah memiliki kewibawaan," Tubagus Hasanuddin yang tak lain mantan Sekretaris Militer ini,Jumat (13/5/2016).

Apalagi, lanjut Hasanuddin, dalam pengakuannya, pemerintah menegaskan bahwa pembebasan keempat sandera itu tanpa uang tebusan.

Artinya, jelas TB Hasanuddin, pemerintah memiliki sikap tegas dan tidak kompromi terhadap kelompok-kelompok separatis.

"Kalau pembebasan itu karena ada transaksi, maka kelompok separatis itu akan terus melakukan penyanderaan terhadap WNI. Karena, ujung-ujungnya dapat uang kok," tutur mantan Kepala Staf Garnisun Wilayah DKI Jakarta ini.

Sehari sebelumnya Presiden Joko Widodo (Jokowi) resmi mengumumkan empat warga negara Indonesia yang ditahan oleh kelompok Abu Sayyaf sejak 15 Maret 2016 sudah dibebaskan.

Rekomendasi Untuk Anda

Menurut Presiden Jokowi, operasi pembebasan 4 WNI ini merupakan hasil implementasi dari pertemuan trilateral dengan Filipina dan Malaysia yang digelar di Gedung Agung, Yogyakarta, Kamis (05/05/2016).

Sebelumnya, dua kapal berbendera Indonesia dibajak di perairan perbatasan antara Filipina dan Malaysia. Dari 10 anak buah kapal (ABK), empat di antaranya disandera pembajak.

Kedua kapal tersebut, yakni Kapal Tunda TB Henry dan Kapal Tongkang Cristi, dalam perjalanan kembali dari Cebu, Filipina, menuju Tarakan.

Dalam peristiwa tersebut, 1 orang ABK tertembak, 5 orang selamat, dan 4 orang diculik. Satu ABK yang tertembak saat itu diselamatkan oleh Polisi Maritim Malaysia ke wilayah Malaysia.

Meskipun mengalami luka tembak, ABK tersebut ketika itu masih dalam kondisi stabil. Sementara itu, lima ABK lain yang selamat ketika itu dibawa Polisi Maritim Malaysia ke Pelabuhan Lahat Datu, Malaysia.

Kelompok Abu Sayyaf sebelumnya membebaskan 10 ABK WNI yang disandera sejak 26 Maret 2016. Mereka tiba di Tanah Air pada Minggu (02/05/2016) tengah malam.

Hari ini, empat WNI yang sempat disandera kelompok Abu Sayyaf tiba di Lanud Halim Perdanakusuma, tiba menggunakan pesawat TNI Angkatan Udara. Keempat WNI yang dimaksud adalah M Ariyanto Misnan, Lorens Marinus Petrus Rumawi, Dede Irfan Hilmi, dan Samsir.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas