Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

FPI Tolak Pencabutan Kewarganegaraan di RUU Terorisme

"Ancaman itu tidak layak bertentangan dengan hukum internasional," tutur Munarman.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Hasanudin Aco
zoom-in FPI Tolak Pencabutan Kewarganegaraan di RUU Terorisme
Tribunnews.com/Ferdinand Waskita
FPI saat rapat dengar pendapat (RDP) bersama panitia khusus (Pansus) Revisi UU Nomor 15 Tahun 2003 di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (31/5/2016). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Front Pembela Islam (FPI) tak setuju adanya pencabutan kewarganegaraan bila diduga terlibat jaringan teroris atau kelompok radikal.

Ormas pimpinan Habib Rizieq Shihab itu tidak ingin aturan tersebut masuk dalam revisi Undang-undang (UU) Nomor 15 Tahun 2003 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme.

"Mencabut kewarganegaraan berlebihan, human right melarang ada orang tidak ada kewarganegaraan," kata Ketua Bidang Keorganisasian FPI Munarman saat rapat dengar pendapat (RDP) bersama panitia khusus (Pansus) Revisi UU Nomor 15 Tahun 2003 di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (31/5/2016).

Munarman mengingatkan dalam praktek hukum di Amerika Serikat juga mengembalikan tahanan agar diterima di Timur Tengah selama proses deradikalisasi.

"Ancaman itu tidak layak bertentangan dengan hukum internasional," tutur Munarman.

Ia mengatakan hukum Internasional melarang keras tiap negara menerapkan ketentuan pencabutan kewarganegaraan tersebut. "Ancaman pencabutan kewarganegaraan WNI itu saya kira berlebihan," kata Munarman.

Ia menilai banyak yang bias dalam revisi UU Nomor 15 Tahun 2003 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme. Salah satunya, mengenai ketentuan ancaman pencabutan kewarganegaraan WNI tersebut.

Rekomendasi Untuk Anda
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas