Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Ramadan 2016

Ketua KPPU Duga Ada Permainan Harga Pangan di Distributor

Ketua Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU), Syarkawi Rauf menduga kenaikan harga komoditas pangan di Bulan Ramadhan atau jelang Idul Fitri karena a

Ketua KPPU Duga Ada Permainan Harga Pangan di Distributor
TRIBUN PONTIANAK/TRIBUN PONTIANAK/ANESH VIDUKA
Ketua Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU), M Syarkawi Rauf (tiga dari kiri), meninjau pasar tradisional Pasar Flamboyan Pontianak, Sabtu (20/2/2016) pagi. pemantauan lapangan ini terkait adanya dugaan kartel yang dilakukan oleh pelaku usaha industri peternakan ayam di Pontianak, Kalbar. TRIBUN PONTIANAK/ANESH VIDUKA 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Imanuel Nicolas Manafe

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU), Syarkawi Rauf menduga kenaikan harga komoditas pangan di Bulan Ramadhan atau jelang Idul Fitri karena ada distributor yang memainkan harga.

"Berarti ini persoalannya di tengah-tengah itu. Di distribusinya. Ini memang jadi pekerjaan beratnya Pemerintah," ujar Syarkawi di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta.

Syarkawi mengambil contoh harga daging ayam yang naik di daerah Jambi.

Sejumlah pedagang di pasar mengaku harga naik saat mereka membeli dari distributor.

Padahal, kata Syarkawi, harga seekor ayam dari peternak ke distributor tidak ada kenaikan.

"di Jambi harga memang naik untuk ayam, tapi kenaikan itu kita tanya kenapa, apakah permintaan memang bertambah atau nggak, waktu itu permintaannya nggak nambah, tapi pedagang naikkan harga. Kenapa? Tapi di level pekernak, harga nggak naik," ucap Syarkawi.

Soal bawang merah, Syarkawi mengaku heran harga naik, padahal di sejumlah lokasi, seperti di Nganjuk, bawang merah sedang panen.

"Tren yang sama juga di bawang merah, bawang merah di Nganjuk lagi panen, harga bawang turun tapi di pasar kok malah jauh lebih mahal dibanding di sana. Ini berarti rantai distribusi yang harus di ini," tutur Syarkawi.

Penulis: Imanuel Nicolas Manafe
Editor: Adi Suhendi
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas