Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Banyak Panitera Ditangkap KPK, Ruhut Minta Pengadilan Direformasi

Anggota Komisi III DPR Ruhut Sitompul mendukung KPK melakukan operasi tangkap tangan (OTT) panitera PN Jakarta PUsat

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Banyak Panitera Ditangkap KPK, Ruhut Minta Pengadilan Direformasi
TRIBUNNEWS/HERUDIN
Panitera Pengganti PN Jakarta Utara, Rohadi (memakai baju tahanan) keluar dari kantor KPK Jakarta usai diperiksa, Kamis (16/6/2016). Rohadi ditahan karena diduga menerima suap terkait pengurangan vonis perbuatan asusila terhadap anak yang dilakukan Saipul Jamil. TRIBUNNEWS/HERUDIN 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Ferdinand Waskita

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -- Anggota Komisi III DPR Ruhut Sitompul mendukung KPK melakukan operasi tangkap tangan (OTT) panitera PN Jakarta Pusat. Ia mengaku sedih karena aparat yang ditangkap KPK.

"Kita acungi jempol lah. Ya jadi bagi kami Demokrat tetap dukung KPK mau siapapun yang OTT kita dukung," kata Ruhut ketika dikonfirmasi, Jumat (1/6/2016).

Ia menngingatkan rakyat menjadi miskin karena ulah koruptor. Namun, tetap saja koruptor masih merajalela.

"Apalagi lembaga pengadilan. jadi kami kebetulan karena libur lebaran, nanti setelah lebaran," katanya.

Ruhut mengatakan Komisi III DPR berencana memanggil MA terkait maraknya penangkapan oknum pengadilan. Ia cukup kaget dengan penangkapan tersebut karena kejadian yang berulang.

"Kok kejadian lagi. memang pengadilan kita harus direformasi dan semua aparat penegak hukum harus ikut bertanggungjawab. baik itu pengacara, jaksa, hakim, dan masyarakat. jangan lah kita coba nyogok-nyogok gitu. melemahkan iman mereka. tapi para aparat, apalagi, dia di pengadilan kan mewakili Tuhan. jangan tergoda lah," jelasnya.

Rekomendasi Untuk Anda

Ruhut pun meminta pelaku tersebut diberi sanksi seberat-beratnya. Apalagi, panitera suatu saat akan jadi hakim.

"Dihukum seberat beratnya. kalo remunerasi gajinya dinaikkan. Enggak kurang kok itu. jadi kesadaran daripada mereka. apa sih yang dicari kok sampai begitu? masalah hukum lagi. udah kebangetan. jadi kita acungi jempol buat KPK," imbuhnya.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas