Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Menteri Agama Imbau Umat Islam Tidak Berlebihan Rayakan Idul Fitri

Menteri Agama RI Lukman Hakim Saifuddin mengimbau masyarakat merayakan Hari Raya Idul Fitri secara berlebihan bahkan bermewah-mewahan.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Adi Suhendi
zoom-in Menteri Agama Imbau Umat Islam Tidak Berlebihan Rayakan Idul Fitri
TRIBUNNEWS.COM/TRIBUNNEWS.COM/LENDY RAMADHAN
Menteri Agama RI, Lukman Hakim Saifuddin 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Nurmulia Rekso Purnomo

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Agama RI Lukman Hakim Saifuddin mengimbau masyarakat merayakan Hari Raya Idul Fitri secara berlebihan bahkan bermewah-mewahan.

Menurutnya, makna Idul Fitri bagi umat Islam harus kembali kepada fitrahnya sebagai manusia yang merupakan hamba Allah.

"Idul Fitri itu tidak harus bermewah-mewahan, pesta pora, apalagi dengan hal-hal berlebihan," kata Lukman kepada wartawan di kantor Kementerian Agama (Kemenag), Jakarta Pusat, Senin (4/7/2017).

Idul Fitri kata dia harus dimaknai secara harfiah.

Idul atau ied itu kembali, sedangkan fitri adalah fitrah sebagai manusia.

Lukman mengimbau umat Islam untuk memaknai Idul Fitri sesuai artinya.

Rekomendasi Untuk Anda

"Manusia seperti apa, manusia sebagai khalifah (wakil) Tuhan, pengelola alam semesta ini, dalam rangka menjadi hambanya, manusia yang bisa menebarkan kemaslahatan bagi sesamanya," katanya.

Idul Fitri dirayakan setelah satu bulan seorang muslim menjalankan ibadah puasa, dengan melawan segala nafsu.

Seorang muslim yang sukses menjalankan ibadah puasa berhak merayakannya.

"Merayakan Idul Fitri merayakan kita telah mampu mengendalikan diri kita, kita menang melawan hawa nafsu kita sendiri," katanya.

Semangat melawan nafsu itu, menurut Lukman harus bisa dipertahankan pada bulan-bulan di luar Ramadan.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas