Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Tidak Ada yang Boleh Mengambil Keuntungan dari Kasus Teror

Pembahasan tersebut belum juga kelar, karena belum semua setuju gagasan revisi tersebut.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Johnson Simanjuntak
zoom-in Tidak Ada yang Boleh Mengambil Keuntungan dari Kasus Teror
Nurmulia Rekso Purnomo/Tribunnews.com
Mantan ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Busyro Muqoddas. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Rancangan revisi Undang Undang (RUU) Terorisme masih terus dibahas di DPR.

Pembahasan tersebut belum juga kelar, karena belum semua setuju gagasan revisi tersebut.

Ditengah-tengah polemik soal revisi, terjadi sejumlah kasus terorisme, mulai dari teror bom Thamrin, Jakarta Pusat, pada Januari lalu, dan teror bom di Polresta Solo, Jawa Tengah pada 5 Juli lalu, sehari sebelum hari raya Idul Fitri.

Wakil Ketua PP Muhammadiyah Busyro Muqoddas, mengatakan setiap ada kasus terkait terorisme, banyak pihak langsung melontarkan pernyataan mendesak agar RUU segera dirampungkan pembahasannya.

"Padahal banyak pasalnya yang mengancam demokrasi," ujar Busro kepasa wartawan di kantor PP Muhamadiyah, Jakarta Pusat, Jumat (15/7/2016).

Hal-hal yang dipermasalahkan dalam RUU itu antara lain adalah dipermudahnya syarat-syarat penyidikan oleh Polisi, dan pelibatan TNI dalam penanganan teror.

Ia menyayangkan bila momentum teror, dimanfaatkan untuk mempercepat proses pembahasan. Padahal karena hal hal yang di ahas adalah hal yang sangat penting, proses pembahasannya tidak boleh didesak-desak.

Rekomendasi Untuk Anda

"Statement (pernyataan) itu mengesankan ambisi bernafsu banget, ada apa di balik itu?" tutur Busyro.

Kata dia, tidak boleh ada pihak yang mengambil keuntungan dari kasus yang ada, yang berharap teror terus terjadi.

Pasalnya yang dirugikan adalah Indonesia, yang bisa dipandang sebagai negara dengan kasus teror yang tidak kunjung tertanggulangi.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas