Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Bekas Petinggi Grup Lippo Mangkir Tiga Kali Panggilan KPK

Saat ini tidak ada keterangan yang diberikan kepada penyidik terkait ketidakhadirannya

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Eri Komar Sinaga
Editor: Johnson Simanjuntak
zoom-in Bekas Petinggi Grup Lippo Mangkir Tiga Kali Panggilan KPK
TRIBUNNEWS/HERUDIN
Panitera Sekretaris Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Edy Nasution (memakai masker) usai diperiksa di kantor KPK, Jakarta, Kamis (21/4/2016). Edy resmi ditahan di Rutan Klas I Cipinang cabang KPK terkait kasus dugaan suap pengajuan PK. TRIBUNNEWS/HERUDIN 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Chairman PT Paramount Enterprise International, Eddy Sindoro, kembali mangkir dari panggilan Komisi Pemberantasan Korupsi.

Pelaksana Harian Kepala Biro Humas KPK, Yuyuk Andriati, mengatakan Eddy sama sekali tidak memberitahukan alasan ketidakhadirannya.

"ES tidak hadir. Saat ini tidak ada keterangan yang diberikan kepada penyidik terkait ketidakhadirannya," kata Yuyuk saat dihubungi, Jakarta, Senin (1/8/2016).

Berdasarkan peraturan yang berlaku, KPK sebenarnya bisa menerapkan upaya jemput paksa kepada Sindoro karena mangkir tiga kali.

Menurut Yuyuk, langkah selanjutnya untuk menghadirkan bekas petinggi Grup Lippo tersebut akan diputuskan.

"Penyidik yang akan memutus langkah lanjutan untuk menghadirkan yang bersangkutan," tukas Yuyuk.

KPK sebelumnya telah memerintahkan Direktorat Jenderal Imigrasi untuk mencegah bepergian ke luar negeri atas nama Eddy Sindoro.

Rekomendasi Untuk Anda

Pencegahan tersebut lantaran keterangannya sangat diperlukan terkait penyidikan kasus suap kepada Panitera /Sekretaris PN Jakarta Pusat Edy Nasution.

Edy menerima Rp 50 juta dari Doddy Aryanto Supeno di Hotel Accacia, Jakarta Pusat, 20 April 2016.

Doddy adalah perantara suap dari PT Paramount.

Suap tersebut terkait pengajuan peninjauan kembali putusan pailit AcrossAsia Limited melawan PT First Media Tbk yang terdaftar sebagai anak perusahaan Lippo Group.

Berkas pemohonan PK itu diketahui dikirim ke MA pada 11 April 2016.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas