JK Curiga Keributan Ahok dan Risma Dipicu Pertanyaan Wartawan
Jusuf Kalla menilai pertikaian tersebut adalah "bikinan"media, yang bertanya kepada Ahok soal Risma, lalu mengklarifikasi pernyataan Ahok ke Risma
Editor:
Malvyandie Haryadi
Laporan Wartawan TRIBUNNEWS.COM, Nurmulia Rekso Purnomo
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA --- Dua kepala daerah di Indonesia tengah berseteru, yakni Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, dengan Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini, yang digadang-gadang maju di Pemillihan Kepala Daerah (Pilkada) 2017 mendatang.
Kedua kepala daerah itu kerap dibanding-bandingkan dalam rangka Pilkada 2017. Ahok kemudian berkomentar bahwa wilayah yang dipimpin Risma, hanya sebesar Jakarta Selatan. Sedangkan dirinya berharap bila ada perdebatan, maka yang sebanding adalah seseorang yang menjabat Gubernur di tempat lain.
Menanggapi pernyataan itu, Risma pun geram, dan ia justru balik bertanya kenapa Ahok merendahkan warga Surabaya. Alhasil Ahok pun ciut, dan mengklarifikasi bahwa pernyataannya sama sekali tidak dimaksudkan untuk menyinggung.
Jusuf Kalla menilai pertikaian tersebut adalah "bikinan"media, yang bertanya kepada Ahok soal Risma, lalu mengklarifikasi pernyataan Ahok ke Risma. Jusuf Kalla menilai pertanyaan-pertanyaan wartawanlah yang memicu pertentangan.
"Anda kan sudah terlatih, anda justru punya keahlian itu, mempertentangkan isu," ujar Jusuf Kalla dengan nada bercanda, kepada wartawan di kantor Wakil Presiden, Jakarta Pusat, Jumat (12/8/2016)
Permasalahan tersebut sebenarnya adalah permasalahan politik. Ia mengimbau semua pihak untuk menyerahkan ke pimpinan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) untuk memilih siapa yang pantas mereka usung. PDIP, adalah partai yang selama ini mendukung Risma di Surabaya, dan berminat mendukung Ahok di Jakarta.
"Tergantung rakyat Jakarta. Biar terpilihlah yang terbaik untuk rakyat," jelasnya.