Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

HUT Kemerdekaan RI

Kemerdekaan Menurut Ratna Sarumpaet: Terbebas dari Penindasan Kekuasaan

Menurut Ratna Sarumpaet, kemerdekaan sesungguhnya bebas dari penindasan kekuasaan.

Kemerdekaan Menurut Ratna Sarumpaet: Terbebas dari Penindasan Kekuasaan
Tribunnews.com/Fitri Wulandari
Aktivis Ratna Sarumpaet diapit musikus Ahmad Dhani dan Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia Said Iqbal di Kampung Aquarium, Penjaringan, Jakarta Utara, Rabu (17/8/2016). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Fitri Wulandari

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kemerdekaan ke-71 Republik Indonesia tak cukup selebrasi, karena kemerdekaan sesungguhnya bebas dari penindasan dan kejamnya kekuasaan.

"Merdeka dari penindasan, merdeka dari kekuasaan yang kejam. Kekuasaan itu harusnya memberi perlindungan, kekuasaan itu kita berikan tidak gratis, itu kita yang kasih biayanya," ujar aktivis Ratna Sarumpaet ditemui di Kampung Aquarium, Penjaringan, Jakarta Utara, Rabu (17/8/2016).

Memaknai kemerdekaan tersebut, menurut dia, pemerintah harus bertindak adil terhadap rakyat. Tanggung jawab pemerintah melindungi bukan menyakiti masyarakat.

Ia menuturkan, ketidakadilan yang terjadi di Kampung Aquarium membuat hatinya sebagai seorang warga negara Indonesia tercabik  hingga  meninggalkan luka.

Ibu artis Atiqah Hasiholan itu menilai penting upacara yang digelar di lokasi penggusuran tersebut, karena mewakili wilayah Indonesia yang masih 'belum merdeka'.

"Mengingatkan kita semua bahwa ada rakyat indonesia yang seperti ini, karena ini adalah potret ketidakmerdekaan warga," beber dia.

Dalam acara tersebut, turut hadir pula sejumlah tokoh anti Ahok lainnya yakni Ahmad Dhani, Said Iqbal, Ridwan Saidi, serta Kiai Luthfi Hakim.

Penulis: Fitri Wulandari
Editor: Y Gustaman
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas